Mensos Tegaskan Pengungsi Rohingya Ditampung di Lokasi Layak Huni

Khofifah menggambarkan gudang itu sangat layak untuk dihuni. Tempatnya pun sangat luas, tak seperti tempat pengungsian lain.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 07 Jun 2015, 21:46 WIB
Khofifah Indar Parawansa (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Bangkalan - Indonesia mengambil langkah yang mengejutkan dunia. Ketika negara lain tak mau menampung ribuan pengungsi dari etnis Rohingya, keputusan berbeda diambil Indonesia. Pemerintah memutuskan menampung kaum yang kabur dari perlakuan tak layak otoritas Myanmar itu selama 1 tahun.

Namun, di tengah kepedulian besar dari Indonesia, muncul satu pertanyaan besar. Yaitu apakah para pengungsi Rohingya ditempatkan di tempat yang layak atau tidak.

Menanggapi pertanyaan ini, Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa angkat bicara. Dia menyebut ribuan orang tersebut ditempatkan di gudang yang tak terpakai milik Bulog.

"Tempat yang mereka huni sekarang memang disebutnya gudang," ujar Khofifah di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, Minggu (7/6/2015).

"Tapi jangan melihat seperti pergudangan kayu, itu gudang Bulog. Itu gudang yang ada di daerah pelabuhan yang tak terpakai," sambung dia.

Khofifah menggambarkan gudang itu sangat layak untuk dihuni. Tempatnya pun sangat luas, tak seperti tempat pengungsian lain.

"Ventilasinya bagus, halamannya luas, tempatnya sangat luas, logistiknya cukup, kesehatan cukup, MCK bagus, listriknya bagus," terang dia.

"Kalau kita mau mempersandingkan dengan pengungsian lain ini sangat representatif sebagai tempat pengungsian," tandas Menteri Khofifah. (Ado/Ans)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya