Gelar Seleksi CPNS, Menteri Yuddy Minta LAPAN Terbangkan Satelit

Menteri Yuddy mengaku masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tes CPNS dengan menggunakan sistem‎ Computer Assisted Test‎ (CAT).

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 22 Mei 2015, 21:38 WIB
Yuddy Chrisnandi (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi mengaku masih ada beberapa kendala dalam pelaksanaan tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) dengan menggunakan sistem‎ Computer Assisted Test‎ (CAT).

Adapun kendala utama adalah belum adanya koneksi internet di beberapa daerah terpencil di Indonesia. Sehingga mengakibatkan masyarakat terpencil tersebut jika ingin mengikuti tes CPNS harus pergi ke daerah lain.

Untuk mengatasi hal itu, Yuddy mengaku akan meminta bantuan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika agar dapat memfasilitasi koneksi jaringan internet tersebut.

‎"Kita Kerjasama dengan Kominfo yang pasti dong, luncurkan satelit, kita punya LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional). Luncurkan satelit di wilayah Papua dan di atas beberapa daerah‎," kata Yuddy di Jakarta, Jumat (22/5/2015).

‎Dikatakannya meski mayoritas daerah di Indonesia dalam penyelenggaraan tes CPNS sudah menggunakan sistem CAT, namun Yuddy mengakui hal itu terlalu dipaksakan. Sehingga belum dapat berjalan maksimal.

Yuddy mentargetkan pada tahun 2017 seluruh daerah sudah dapat terfasilitasi internet sehingga semua seleksi dapat melalui sistem CAT tanpa terkecuali. Saat ini dikatakan Yuddy, masih sekitar 70 persen daerah di Indonesia yang mampu menyelenggarakan tes CPNS dengan sistem CAT tersebut.

Diakui politisi partai Hanura itu, sistem CAT merupakan sistem yang maju dan cocok untuk proses seleksi CPNS, dan itu harus terus dikembangkan. Hal itu dikarenakan dengan sistem CAT maka praktek-praktek suap dipastikan tidak ada lagi.

"Jadi ini sistem real time, tes selesai, hasilnya langsung keluar dan terpampang, jadi semua bisa lihat disitu, maka itu saya jamin tidak ada lagi seperti-seperti itu‎ (praktik suap)," pungkas dia. (Yas/Ndw)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya