Kazakhstan Negara Maju, Tak Seperti Film Borat

Sejatinya, negara pecahan Uni Soviet itu maju dalam berbagai bidang. Bahkan 90 persen penduduknya adalah sarjana.

oleh Andreas Gerry Tuwo diperbarui 09 Des 2014, 21:00 WIB
Sejatinya, negara pecahan Uni Soviet itu maju dalam berbagai bidang. Bahkan 90 persen penduduknya adalah sarjana.

Liputan6.com, Jakarta - Kazakhstan tak seperti apa yang digambarkan dalam Film Borat -- terbelakang, bodoh, miskin, dan amoral. Sejatinya, negara pecahan Uni Soviet itu maju dalam berbagai bidang. Bahkan 90 persen penduduknya adalah sarjana.

Tetapi di samping itu semua, kemajuan besar yang telah dicapai Negara di Asia Tengah ini adalah berhasil membangun negara yang bedikari. Hal itu dibuktikan dengan terintegrasinya ekonomi Kazakhstan, berjalannya reformasi konstitusional dan politik serta terbentuknya sistem administrasi publlik yang terus membaik.

Meski sudah memiliki banyak keunggulan, Kazakhstan tetap memiliki rencana besar ke depannya. Presiden negara ini, Nursultan Narzabayev menyebut rencana besar itu sebagai Strategi Kazakhstan 2050.

Dalam mega program itu, Presiden Narzabayev menyebut ada tiga tujuan utama yang harus dicapai negaranya. Di antaranya adalah mendefinisikan pasar baru di mana Kazakshtan dapat membentuk kemitraan produktif dan menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru, menciptakan iklim investasi yang menguntungkan dan mengembangkan sektor swasta yang efektif dan kemintraan swasta secara publik.

Bila tujuan-tujuan tersebut dapat tercapai, Kazakstan bahkan bisa naik tingkat lagi. Pasalnya, tiga tujuan tersebut dapat membawa Kazakstan masuk ke 30 negara dengan ekonomi global teratas pada 2050.

Bukan hanya di bidang ekonomi dan politik, negara dengan Ibukota Asthana tersebut ternyata punya peranan yang  sangat penting di dunia. Kazakhstan memainkan peranan penting dalam memperkuat keamanan global dan mendukung komunitas internasional serta memerangai terorisme ekstrimisme dan perdagangan obat-obat terlarang.

Kenyataan-kenyataan di atas sontak mengesahkan bahwa gambaran Kazakhstan yang ditampilkan Borat tidaklah benar. Hebatnya, penghinaan yang ada di dalam film tersebut malah tak membuat pemerintah Kazakhtan naik pitam.

Bahkan mereka mengucapkan terima kasih terhadap film Borat. Mereka menganggap aktor pemeran Boray  Sacha Baron Cohen memilki jasameningkatkan pariwisata dan membuat nama Kazakhstan dikenal dunia.

Saya salut pada Borat atas perannya menarik wisatawan ke Kazakhstan," kata Menteri Luar Negeri Yerzhan Kazykhanov di parlemen pada 2012 lalu. "Karena film itu, jumlah visa yang dikeluarkan  Kazakhstan tumbuh 10 kali lipat," tandas Kazykhanov. (Riz)




Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya