Pegawai Kios Miras Oplosan Sumedang Dibekuk, 2 Pemilik Diburu

Hingga hari ini korban tewas miras oplosan menjadi 8 warga dari 30 orang yang masuk RSUD Sumedang.

oleh Liputan6 diperbarui 04 Des 2014, 14:25 WIB
Ilustrasi (Istimewa)

Liputan6.com, Sumedang - Penyidik Polres Sumedang, Jawa Barat, memasang garis polisi di rumah milik Cucu di Dusun Ciguling yang dijadikan tempat pesta miras oplosan. Selain memasang garis polisi, penyidik juga menghimpun keterangan warga sekitiar terkait aktivitas pesta miras itu.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Kamis (4/12/2014), Cucu sang pemilik rumah belakangan tewas diduga keracunan miras oplosan yang dikonsumsinya. Hingga Kamis 4 Desember pagi, tercatat sudah 30 orang masuk RSUD Kabupaten Sumedang dan 8 orang akhirnya tewas meski sempat mendapat penanganan tim medis. Sementara hingga kini korban lainnya masih menjalani perawatan di Ruang Resusitasi RSUD Kabupaten Sumedang.

Tim Buru Sergap (buser) Polres Sumedang meringkus Atun alias DS karyawan pedagang miras oplosan yang bertindak sebagai peracik miras. Atun ditangkap saat bersembunyi di rumahnya di Desa Mekarbakti, Kecamatan Pamulihan, Sumedang.

Dari keterangan Atun, penyidik Polres Sumedang mendapat petunjuk terkait material selain air dan alkohol atau miras yang merenggut 8 nyawa itu.

Penyidik juga telah menggeledah kios dan menyita miras yang siap jual dalam kemasan plastik, serta belasan liter bahan baku miras. Hingga kini polisi masih memburu 2 orang pemilik kios miras oplosan yang menghilang setelah korban-korban berjatuhan.

Sementyara itu warung berkedok menjual jamu ginseng di Jalan Kayu Manis, Pasar Rebo, Jakarta Timur berantakan setelah digeruduk keluarga korban yang tewas setelah menenggak miras oplosan yang dijual di tempat ini.

Keluarga korban geram, karena warung tersebut menjual minuman yang mematikan 2 kakak beradik. Ketika tiba, polisi pun menyita barang bukti miras oplosan yang tersisa.

Walau berhasil mengamankan sejumlah barang bukti, petugas gagal membekuk penjual miras oplosan yang kabur sebelum keluarga korban berdatangan.

Mula, wanita tua ini menangis tertahan di Gang Haji Saemih, Kelurahan Gedong, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Ia menyesalkan kepergian putranya Saeful Anwar yang meregang nyawa usai menenggak miras oplosan.

Walau jenazah sang anak telah dimakamkan pada Rabu 3 Desember malam, kepedihan masih kuat menggelayuti hatinya hingga tubuh rentanya lunglai.

Saeful Anwar merupakan salah satu korban dari 6 warga yang tewas akibat miras oplosan di Pasar Rebo. Meski dibawa ke rumah sakit, korban yang menderita sesak napas dan tiba-tiba kehilangan penglihatan sehingga tidak tertolong nyawanya.

Kini keluarga korban hanya bisa pasrah kehilangan anggota keluarga, akibat racikan miras berbahaya yang tidak jelas kandungannya. (Mut)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya