Pendukung Morsi-Polisi Mesir Bentrok, 1 Mahasiswa Tewas

Kekerasan meletus ketika pendukung Mohamed Morsi menggelar aksi protes setelah salat Jumat di Provinsi Fayoum, Mesir.

oleh Anri Syaiful diperbarui 08 Nov 2014, 05:46 WIB
Massa Ikhwanul Muslimin pendukung Morsi (Huffington Post)

Liputan6.com, Kairo - Ibukota Mesir, Kairo, kembali bergolak. Seorang mahasiswa tewas dalam bentrokan antara pendukung presiden terguling Mesir Mohamed Morsi dan polisi di selatan Kairo, Jumat siang waktu setempat.

"Kekerasan meletus ketika pendukung Morsi menggelar aksi protes setelah salat Jumat di Provinsi Fayoum, 100 kilometer selatan ibukota," ucap seorang pejabat keamanan seperti dikutip dari AFP, Sabtu (8/11/2014).

Seorang pejabat keamanan lainnya menambahkan, polisi menggunakan gas air mata setelah demonstran menembakkan senapan burung ke arah mereka. "5 Demonstran telah ditangkap," timpal dia.

Sementara, pejabat Kementerian Kesehatan Mesir Medhat Syukri mengatakan, penyebab pasti kematian mahasiswa berusia 19 tahun belum jelas. Ia mengungkapkan pula 3 polisi cedera dalam bentrokan tersebut.

Sejauh ini para pendukung Morsi masih mencoba menyuarakan tuntutan pemulihan presiden terguling tersebut. Namun gelombang unjuk rasa mereka telah menyusut di tengah upaya represif pemerintah, terutama sejak tentara menggulingkan kubu Islam tahun lalu.

Dilaporkan, saat itu sekitar 1.400 orang telah tewas dalam tindakan keras tersebut. Sementara, lebih dari 15 ribu orang telah dipenjarakan dan ratusan lainnya divonis hukuman mati.

Pihak berwenang telah memperketat keamanan di universitas-universitas. Terutama, setelah lebih dari selusin siswa tewas dalam kekerasan yang dipicu oleh protes-protes pro-Mohamed Morsi selama tahun akademik terakhir yang berakhir pada April.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya