Pekerja Pertamina Tak Ingin Jabatan Dirut Diisi Mantan Direksi

pemilihan Direktur Utama baru harus melibatkan komisi Pemberantas Korupsi dan dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan.

oleh Pebrianto Eko Wicaksono diperbarui 05 Nov 2014, 20:08 WIB
Ilustrasi Perusahaan Minyak dan Gas Pertamina

Liputan6.com, Jakarta - Federasi Serikat Pekerja Pertamina Bersatu (FSPPB)  menolak mantan direksi perusahaan tersebut menjabat sebagai direktur utama menggantikan Karen Agustiawan.

Presiden FSPPB, Ugan Gandar menilai, selama ini direksi Pertamina telah gagal memimpin perusahaan energi plat merah tersebut menjadi perusahaan yang berkinerja baik. Oleh karena itu, para pekerja tidak ingin kegagalan terulang kembali dengan adanya mantan direksi yang kembali bergabung.

"Mantan-mantan direksi kami menolak. Karena saya menganggap mereka tidak berhasil," kata Ugan, di Jakarta, Rabu (5/11/2014).

Ugan juga mengungkapkan, pemilihan Direktur Utama baru harus melibatkan komisi Pemberantas Korupsi dan (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk memeriksa telebih dahulu rekam jejak dari calon.

"Biar KPK dan PPATK yang bersih. Kalau dia layak, kami sangat mendukung." ungkapnya.

Pekerja pertamina tidak mempermasalahkan pemimpin Pertamina ke depan berasal dari luar Pertamina. Menurutnya yang terpenting adalah memiliki integritas, agar Pertamina bisa bersaing dengan perusahaan asing seperti Petronas dan lainnya, seperti yang diinginkan Presiden Joko Widodo.

"Mau dari luar atau dari dalam tidak masalah," pungkas Uga. (Pew/Gdn)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya