Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Disalip India

Perdagangan antara kedua negara dimana ekspor India ke Indonesia didominasi produk-produk seperti kendaraan.

oleh Septian DenyDiterbitkan 25 September 2014, 17:42 WIB
Ilustrasi Pertumbuhan Ekonomi

Liputan6.com, Jakarta - Pertumbuhan ekonomi India dinilai mampu mengalahkan Indonesia. Hal ini lantaran negara tersebut mengembangkan industri berbasis berteknologi tinggi atau high tech jauh lebih baik daripada Indonesia

Head of Trade Global, Trade and Receivables Finance HSBC Nirmala Salli mencontohkan, perdagangan antara kedua negara dimana ekspor India ke Indonesia didominasi produk-produk seperti kendaraan yang memiliki nilai tambah. Sedangkan Indonesia hanya mengekspor batubara ke India.

"India bisa tumbuh besar karena banyak ekspor produk high tech yang harganya mahal, sedang kita ekspor batubara kesana. Jadi kita beli satelit kesana saja harganya sudah jomplang. Padahal dulu dia masih ekspor komoditas agrikultur, kita sudah batubata yang harga lebih mahal," ujarnya dalam Media Roundtable : Free Trade Agreement & Trade Forecast di Gedung World Trade Center (WTC) Jakarta, Kamis (25/9/2014).

Selain telah mampu membuat produk berteknologi tinggi, produk besi baja dan produk kesehatan juga mampu menjadi andalan India untuk meningkatkan ekspornya ke negara-negara lain, termasuk ke Indonesia.

"Pertumbuhan India juga lebih cepat juga karena punya komoditi seperti besi baja. China ketika membangun untuk olimpiade lalu, ekspor baja dari India. Kemudian juga faksin, kita juga banyak dari india. R&D (Research and Development) juga bagus. Di Amerika yang melakukan penelitian juga banyak India," lanjutnya.

Selain itu, faktor kemampuan masyarakatnya dalam bahasa Inggris juga menjadikan India unggul dari Indonesia. Jadi saat ini yang bisa menjadi andalan Indonesia untuk mampu menyaingi India yaitu ketersediaan sumber daya alam (SDA) yang melimpah. Itu pun jika mampu dimanfaatkan dengan baik.

"Di India juga banyak yang sudah bisa bahasa Inggris. Terlebih masyarakatnya juga banyak, kan mereka negera terpadat ketiga setelah China dan Amerika, baru setelah mereka itu Indonesia. Tapi kalau dilihat dari SDA, kita menang," tandasnya. (Dny/Nrm)

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya