RNI Targetkan Punya 250 Gerai Waroeng Rajawali Tahun Ini

Direktur Utama RNI Ismed Hasan Putro mengatakan, saat ini jumlah gerai ritel yang dimiliki oleh mereka sebanyak 150 gerai.

oleh Septian Deny diperbarui 10 Sep 2014, 14:42 WIB
DC yang diresmikan ini akan melayani gerai Waroeng Rajawali serta unit bisnis masyarakat di area DKI Jakarta, Bekasi, Bogor dan Tangerang.

Liputan6.com, Jakarta - Guna mengembangkan bisnis ritel, PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) menargetkan akan membuka hingga 100 gerai Waroeng Rajawali pada tahun ini.

Direktur Utama PT RNI Ismed Hasan Putro mengatakan saat ini jumlah gerai ritel yang dimiliki oleh perusahaaan plat merah tersebut sebanyak 150 gerai. Dengan penambahan 100 gerai hingga akhir tahun, maka gerai retail RNI mencapai 250 gerai.

"Saat ini sudah ada 150 gerai, targetnya menjadi 250 gerai, itu di berbagai wilayah di Indonesia," ujarnya di usai Peresmian Distribution Center Rajawali Mart di Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (10/9/2014).

Dia menjelaskan, total investasi yang dikucurkan untuk 150 gerai yang sudah ada saat ini mencapai Rp 350 miliar. Maka diperkirakan investasi untuk menambah 100 gerai lagi tidak jauh dari angka tersebut.

"Yang 150 gerai investasinya Rp 35 miliar, itu untuk SDM dan lain-lain. Itu karyawannya sudah 500 orang lebih. Setelah 250 gerai itu, selanjutnya untuk francise," lanjutnya.

Menurut Ismed, fokus bisnis retail ini ada dibeberapa kota besar di Indonesia seperti Medan, Makassar, Palembang, Bali, Lombok, Surabaya, Malang, Semarang, Cirebon, Solo, Yogyakarta, Banten, Jabodetabek, dan sebagian besar wilayah Jawa Barat.

"Paling banyak itu di Bali, di sana ada sekitar 30 gerai. Karena kami merintisnya di Bali dan ternyata trennya positif. Investasi outlet tergantung harga sewa tempat, kisaran antara Rp 350 juta hingga Rp 500 juta," kata dia.

Ismed mengungkapkan untuk waralaba bisnis ritel ini, pihaknya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memiliki gerai baru Waroeng Rajawali. Bahkan, RNI tak sungkan melepas gerai yang sudah ada untuk dimiliki oleh investor.

"RNI tidak ingin menjadi konglomerat mart, kami hanya ingin menjadi distributor untuk kebutuhan mart yang kami harapkan kepemilikannya masyarakat. Bahkan yang 250 outlet nanti kalau masyarakat mau beli kami jual. Kami punya 50 outlet saja sudah cukup, tidak perlu banyak," jelasnya.

Sementara itu, mengenai persaingan dengan gerai minimarket lain seperti Indomart dan Alfamart, Ismed mengakui tidak ingin menjadi pesaing. Menurutnya peran Waroeng Rajawali hanya sebagai pelengkap sehingga masyarakat punya banyak pilihan minimarket untuk berbelanja.

"Mereka (Indomart dan Alfamart) kan sudah besar, kami baru belajar. Kami belajar dari mereka, jadi bukan menyaingi. Tapi kami memberikan pilihan pada masyarakat dan menambah layanan masyarakat, kalau mereka saja kan tidak tertangani juga. Strateginya sama saja, jualan, harga kompetitif, hari tertentu bikin promosi untuk produk gula, beras, daging," tandasnya. (Dny/Gdn)


*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!

Tag Terkait

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya