Kalkulator Kesehatan, Bantu Prediksi Lama Hidup Lansia

Berapa lama lansia dapat terus bertahan hidup? Kalkulator kesehatan buatan ilmuwan Swiss mampu menjawabnya.

oleh Benedikta Desideria diperbarui 13 Jul 2014, 13:00 WIB
Parkour bukan hanya bisa dilakukan oleh anak-anak muda tapi juga para veteran di usia senja.
Liputan6.com, Jakarta Ilmu kesehatan terus berkembang. Baru-baru ini para ilmuwan di University of Zurich, Swiss menciptakan sebuah grafik kalkulator kesehatan yang bisa memprediksi berapa lama lanjut usia hidup.
 
Kalkulator kesehatan ini untuk memprediksi berapa besar kemungkinan hidup hingga usia 85 tahun bagi orang tua yang sudah 75 tahun. Perhitungan ini didasarkan pada komponen konsumsi alkohol, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan merokok serta konsumsi buah.
 
Bagi pria yang berusia 75 tahun dengan kebiasaan kesehatan terburuk hanya punya kesempatan 35% bisa hidup hingga 10 tahun ke depan. Berbeda dengan pria yang punya kebiasaan sehat kesempatan hidup hingga usia 85 tahun sebesar 67%.
 
Kebiasaan merokok memperbesar risiko meninggal lebih cepat 57%. Sedangkan, kebiasaan buruk minum beralkohol dan kurang olahraga risiko kematiannya meningkat 15%.
 
"Grafik kalkulator kesehatan ini mudah dimengerti dan bisa membantu dokter saat memberi saran kesehatan kepada pasien," tutur Eva Martin-Diener, salah satu penulis studi ini seperti dilansir Daily News, Jumat (11/7/2014).
 
 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya