Keluarga Bongkar Pelecehan Seksual di TK JIS karena Putus Asa

Keluarga korban pelecehan seksual di TK JIS sempat dicap mencari popularitas oleh pihak sekolah. Padahal, sang ibu

oleh Kusmiyati diperbarui 17 Apr 2014, 19:00 WIB
Foto: Ilustrasi

Liputan6.com, Jakarta Keluarga korban pelecehan seksual di TK Jakarta International School (JIS) sempat dicap mencari popularitas oleh pihak sekolah. Padahal, sang ibu membuka kejahatan yang diduga dilakukan pekerja kebersihan sekolah karena rasa putus asa.

"Ini memang aib untuk kami. Saya pernah dikatakan oleh pihak sekolah hanya untuk popularitas. Buat apa? Saya hanya ingin keadilan, saya speak up gini karena sudah putus asa dan minta keadilan. Laporan saya di sekolah tidak digubris," kata Ibu Korban, T saat dihubungi Tim Health Liputan6.com, Kamis (17/4/2014).

T berupaya semaksimal mungkin untuk minta keadilan buah hatinya. "Anak saya traumanya mendalam. Dia sampai sekarang masih belum bisa pakai celana karena sakit. Belum mau ketemu orang, tidurnya tidak nyenyak," kata T.

Sejak peristiwa pelecehan seksual terjadi, AK memang tidak bisa tidur sendiri. Bocah pecinta figure Captain America itu kerap mengigau dan berteriak.

"Mengigaunya itu lama sekali. Kalau tidak mengigau dia berteriak kencang. Hati saya sakit melihatnya, saya kecewa, marah dan emosi terhadap sekolah yang lalai. Penjagaan ketat harusnya tidak di luar saja, dalamnya juga," kata T.

Hingga kini kasus tersebut menarik perhatian banyak pihak di antaranya Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Wanita dan Perlindungan Anak.

"Kemarin Linda Gumelar (Menteri pemberdayaan wanita dan perlindungan anak) datang menemui saya dan anak saya, banyak lagi pihak yang membantu saya untuk mencari keadilan. Menteri Pendidikan saja ditolak masuk ke dalam JIS, respon sekolah tidak positif mengenai kasus ini," kata T.

T berjanji akan mengusut kasus ini sampai tuntas. "Semua keluarga saya menangis. Awalnya saya menutupi aib ini. Mama kandung saya aja tidak tahu, tapi karena pihak sekolah tidak menggubris, ya saya mencari keadilan di tempat lain. Saya janji akan usut kasus ini tuntas karena sudah mengecawakan saya dan keluarga," kata T.

Semua berharap para pelaku dapat ditindak tegas karena telah melakukan perbuatan keji tersebut. "Para pelaku itu harus ditindak tegas. Perbuatan mereka sangat keji, jangan sampai ada lagi kasus seperti ini. Anak-anak butuh perlindungan," harap mereka.

Baca Juga:

Lorong Mencekam di Toilet JIS

Ibu Siswa TK JIS Sebut Ada WNA yang Curiga Anaknya Juga Korban

Ibu Korban Pelecehan Seks di JIS: Anak Saya Pahlawan 

Bocah A Korban Pencabulan TK JIS Takut Bertemu Orang

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya