Rumus Berhenti Merokok Mayong dan 40 Hari Cuma Makan Sayur

Mayong Suryo Laksono (52), dulu termasuk perokok aktif. Tapi, ia memiliki cara untuk menyeimbangkan kesehatan dirinya dengan vegetarian.

oleh Aditya Eka Prawira diperbarui 03 Apr 2014, 18:00 WIB
Sejumlah dokter di Inggris mendesak pemerintahnya untuk membuat peraturan larangan rokok bagi generasi muda

Liputan6.com, Jakarta Suami politikus Nurul Arifin, Mayong Suryo Laksono (52), dulu adalah perokok aktif. Tapi, ia memiliki cara agar tetap sehat. Yakni dengan menjadi vegetarian. 

Uniknya, bila pelaku diet vegetarian melakukannya secara konstan dan dalam jangka waktu yang lama, Mayong justru melakukannya hanya 40 hari dalam setahun. "Saya berusaha untuk membiasakan diri dalam setahun, ada satu periode di mana saya menjadi vegetarian. Ya, dalam setahun 40 hari saja," kata Mayong dalam `Kupas Fakta Tentang Karbonasi Dalam Minuman Bersama Asrim`, ditulis pada Kamis (3/4/2014)

Menurut Mayong, dia sudah melakukan itu sejak beberapa tahun lalu dan masih berlanjut sampai hari ini. Dulu, kata Mayong, menjadi vegetarian merupakan sebuah latihan saja. Ini dilakukan Mayong, untuk menyeimbangkan tubuhnya, karena dia adalah seorang perokok aktif. "Pokoknya saya tidak makan binatang baik darat atau laut. Kalau telur, saya masih makan. Ketika vegetarian itu selesai, saya merokok lagi," kata Mayong.

Rumus Berhenti Rokok

Sejak tahun 2004, Mayong memutuskan untuk berhenti merokok. Terhitung, sudah 10 tahun, Mayong sudah terlepas dari rokok. Lantas, apa tips Mayong sehingga dapat melakukan itu?

"Saya tidak bisa mengajarkan ilmu pastinya. Kayak mobil saja, injek rem sampai habis. Terpenting, dimulai dari diri sendiri dan niat," kata Mayong.

Mayong menceritakan, saat masih berprofesi sebagai pembaca acara dan ingin mewawancarai almarhum Fuad Hasan, dirinya sempat ditanya apakah saat itu adalah perokok atau tidak. Ketika dia jawab iya, Fuad Hasan mengatakan jangan pernah coba-coba berhenti, kalau tidak diri sendirilah yang menginginkan itu.

"Terus waktu fotografer saya masuk, dia ditanya juga, apakah perokok atau tidak. Dijawab tidak, lalu Fuad Hasan mengatakan, jangan pernah sekali pun berpikir untuk memulainya," kata Mayong menceritakan.

Itu artinya, kata Mayong, bagi Fuad yang dikenal sebagai perokok aktif, merokok adalah hitam dan putih. Mau berhenti atau tidak, tergantung pada diri sendiri. "Mau berhenti merokok itu tidak ada ilmu pasti. Saya juga dulu sempat diberi edaran PBB soal berhenti merokok dan buku berisikan tips berhenti merokok, tetap saja tidak berlaku. Semua itu berasal dari dalam diri," kata dia menambahkan.

Pasti, ada kesulitan di saat-saat pertama Mayong mencoba untuk menghentikan kebiasaannya itu. Bagi Mayong, kala itu ada seminggu pertama dan seminggu kedua, lalu bulan pertama dan kedua, yang membuat dia akhirnya bisa benar-benar lepas dari belenggu rokok yang membelitnya.

"Rasa yakin dalam diri saya, mengantarkan saya pada 10 tahun ini," kata dia menekankan.

Seperti diketahui, banyak perokok aktif yang berniat untuk menghentikan kebiasaan buruknya. Hanya saja, niatan selalu terhalang kerikil yang membuat keinginan susah terwujud. Tapi, bila keinginan dan rasa yakin begitu besar dari dalam diri maka kerikil tajam dan segala halangan yang menghadang, dapat dilewati dengan mudah.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya