Boeing 777 Malaysia Airlines Disebut Pesawat Jet Teraman di Dunia

Selama 19 tahun sejak pesawat Boeing 777-200ER diproduksi, tercatat baru satu kali mengalami kecelakaan fatal yaitu pada Juli 2013.

oleh Ilyas Istianur Praditya diperbarui 08 Mar 2014, 14:01 WIB
Pesawat MH370 menghilang pukul 02.40 waktu setempat, Sabtu 8 Maret 2014. Belum diketahui lokasi keberadaannya.

Liputan6.com, New York Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH370 kehilangan kontak dengan pengendali udara Subang, Malaysia pukul 02.40 waktu setempat, Sabtu 8 Maret 2014.

Pesawat yang membawa 239 penumpang itu diduga jatuh ke laut dekat Pulau Tho Chu dan Pulau Phu Quoc.  Dari 239 penumpang, terdapat 12 warga negara Indonesia yang ikut terbang dengan pesawat itu.

Satu yang menarik dari insiden ini yaitu pesawat Boeing 777-200ER yang digunakan Malaysia Airlines tersebut disebut-sebut sebagai salah satu pesawat paling aman di dunia.

Pesawat yang memiliki ukuran jumbo ini paling efisien karena mampu menerapkan penggunaan dua mesin jet sehingga mampu menghemat biaya untuk bahan bakar.

Selama 19 tahun sejak pesawat Boeing 777-200ER diproduksi, tercatat baru satu kali mengalami kecelakaan fatal pada Juli 2013 yaitu ketika sebuah jet Asiana Airlines yang kala itu mendarat di landasan pacu yang pendek di San Francisco. Tiga dari 307 penumpang kala itu mengalami meninggal dunia.

"Pesawat ini memberikan standar baru dalam hal efisiensi dan keamanan. 777 merupakan salah satu pesawat yang paling aman dari sekian pesawat jet yang diproduksi di dunia," kata konsultan penerbangan Teal Group, Richard Aboulafia yang dikutip dari ABC News, Sabtu (8/3/2014).

Malaysia Airlines kini memiliki 15 Boeing 777-200ER dari total armadanya 100 pesawat. Pesawat paling baru adalah yang diproduksi pada 13 Desember 2004.

Boeing 777-200ER mampu terbang 7.250 mil non-stop dengan masing masing mesin memiliki daya dorong mencapai 33,8 ton. Pesawat bermesin ganda pertama yang segera disertifikasi untuk terbang di atas lautan sejauh 180 menit dari bandara setiap terjadi pendaratan darurat. Regulator keselamatan pemerintah telah menentukan bahwa hal itu bisa terbang selama hampir tiga jam pada mesin tunggal dalam kondisi darurat.

Persetujuan pemerintah tersebut telah memungkinkan maskapai penerbangan untuk terbang rute New York ke Hong Kong tanpa henti pada tipe 777 ini.

Selain kemampuannya untuk terbang jarak jauh dan mampu mengangkut penumpang lebih banyak, pesawat Boeing 777-200ER juga memiliki  kargo yang cukup besar. Kurang dari sepertiga perut pesawat ini disetting untuk bagasi. (Yas/Ndw)

Baca juga:

Misteri Keberadaan Pesawat Malaysia Airlines, Hilang di Langit Vietnam?

Pesawat Malaysia Airlines Menuju Beijing Hilang Kontak

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya