Sumber Penularan Flu Burung Masih Misteri

Menteri Pertanian Anton Apriyantono mengaku hingga kini pihaknya belum dapat menjelaskan sumber penularan virus H5N1 di Indonesia. Untuk mencegah penyebaran, burung dan unggas di Bekasi Timur, Jabar, divaksinasi.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Februari 2006, 00:11 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Dari hasil penelitian Departemen Pertanian, saat ini Pulau Jawa dalam kondisi rawan flu burung karena banyak ditemukan unggas yang terinfeksi virus avian influenza. Kendati demikian, Deptan belum dapat menjelaskan sumber penularan virus H5N1 yang menewaskan belasan orang di sejumlah Tanah Air itu. "Masalah flu burung masih banyak yang misteri. Masih banyak yang belum terungkap," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono di Jakarta, baru-baru ini.

Namun, untuk mencegah penyebaran flu burung di kawasan Bekasi Timur, Jawa Barat, burung atau atau unggas di kawasan itu disemprot dan divaksinasi. Sampel darah warga dan hewan peliharaan mereka pun diambil. Langkah ini ditempuh setelah Kiki Maria dan Alfian Agung, warga Bekasi Timur diduga terinfeksi virus H5N1 [baca: Dua Pasien Flu Burung Dipantau Khusus].

Keluarga dan para tetangga rumah kontrakan almarhum Jasinto di Depok, Jabar, juga diambil sampel darahnya. Pengambilan contoh darah ini adalah kali kedua dilakukan terhadap mereka setelah kematian Jasionto yang dinyatakan positif tertular virus avian influenza [baca:Jasinto, Korban Tewas Ke-17 Akibat Flu Burung].

Di Padalarang, Jabar, pemeriksaan unggas di sekitar lokasi tempat tinggal Yedi Heru Guntara menunjukkan tidak ada hewan yang tertular virus H5N1. Dengan demikian, belum dapat diketahui asal penularan flu burung pada pasien yang meninggal di Rumah Sakit Umum Daerah Hasan Sadikin, Bandung, Jabar, 1 Februari silam ini [baca: Korban Tewas Akibat Flu Burung Menjadi 18].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya