Sukses

Bocah Dirantai dan Dianiaya, Ibu Korban Penuhi Panggilan Polisi

Dari Labuhan Batu, Sumatera Utara dilaporkan, ibu kandung Natasha, bocah enam tahun yang mengalami penganiayaan dan kakinya dirantai, hari i

Indosiar.com, Labuhan Batu, Sumut  (Kamis : 28/08/2014) Dari Labuhan Batu, Sumatera Utara dilaporkan, ibu kandung Natasha, bocah enam tahun yang mengalami penganiayaan dan kakinya dirantai, hari ini memenuhi panggilan polisi untuk dimintai keterangan. Ironisnya, bukannya iba dengan nasib yang dialami anak keduanya tersebut, ibu kandung Natasha malah mempersilakan siapa saja yang mau mengadopsi bocah malang tersebut.

Inilah Rina, ibu kandung Natasha. Rina hadir di kantor Polres Labuhan Batu, Rabu kemarin, untuk dimintai keterangan terkait kasus penganiayaan disertai perantaian terhadap putri kandungnya itu yang dilakukan oleh WT, bibi Natasha.

Polisi menggali keterangan seputar sejauh mana Rina mengetahui tindak penganiayaan yang dilakukan adiknya tersebut terhadap Natasha. Selama ini Natasha yang berusia enam tahun itu diasuh nenek dan bibinya yang merupakan adik kandung ibu Natasha. Orang tua Natasha sendiri sudah bercerai. Ayahnya entah dimana, sedangkan Rina kini sudah menikah lagi.

Seperti sudah diberitakan sebelumnya, Natasha ditemukan seorang warga sedang berkeliaran kebingungan dengan membawa-bawa rantai yang mengikat kakinya. Kedua matanya pun hitam akibat luka memar. Oleh warga yang menemukan, bocah itu dibawa ke kantor polisi. Dan terungkaplah tindak kekerasan yang dialami Natasha.

Dengan dalih nakal, kerap pergi mengemis di jalanan, dan suka melawan, bocah enam tahun itu dianiaya dan dirantai. Polisi sudah menetapkan sang bibi, yakni WT sebagai tersangka. Ironisnya, menanggapi tindak penganiayaan yang dialami putrinya, Rina malah mengaku dalam posisi sulit. Bahkan ia mempersilakan Natasha untuk diadopsi.

Sejak tindak penganiayaan itu terungkap pada Sabtu lalu, Natasha kini ada dalam pengasuhan lembaga perlindungan perempuan dan anak, Kabupaten Labuhanbatu. Bocah malang itu juga menjalani sejumlah terapi untuk memulihkan baik luka fisik maupun batin. (Eddy Iriawan/Sup)