Sukses

Pantang Menyerah: Dulu Pengamen, Kini Pengusaha Cendol Sukses

Liputan6.com, Jakarta - Sukses bisnis di usia muda adalah impian banyak orang. Impian ini telah menjadi nyata bagi Syahputra Kamandanu Sofwan atau biasa disapa Danu yang sekarang lebih dikenal sebagai Radja Cendol atau Randol.

Dalam suasana kekeluargaan, Danu memberi pengarahan dan bimbingan pada karyawannya di kantor mereka di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Keberhasilan bisnis cendol ini tidak datang begitu saja. Danu telah melewati berbagai tantangan kehidupan.

Danu lahir 27 tahun lalu di Tasikmalaya, Jawa Barat. Beberapa tahun lalu usaha ayah Danu bangkrut.
Tak lama sang ayah meninggal dunia.

Ekonomi keluarga terpuruk. Saat itu Danu harus langsung memikul beban sebagai pencari nafkah untuk keluarga.

Danu pun mencoba berbagi hal untuk bisa menghidupi keluarganya. Bermodal keyakinan, Danu memulai usaha menggunakan dana santunan sebesar Rp 15 juta.

Awalnya, anak ke-3 dari 4 bersaudara ini memilih berjualan sepatu. Namun keterbatasan pengalaman membuatnya berulang kali tertipu.

Jatuh bangun usaha tak pernah membuat Danu menyerah, apalagi putus asa. Demi menyambung hidup keluarganya, Danu pernah mengamen, menjadi sopir, juga menjadi kuli pasir.

Peruntungan Danu tampak mulai cerah saat ia mencoba usaha cendol. Berbekal tabungan yang dikumpulkannya sedikit demi sedikit dan pinjaman beberapa teman, ia memberanikan diri di tahun 2013 membuka kedai cendol pertamanya.

Menginjak 1 tahun, usaha cendol Danu rupanya berkembang semakin pesat. Ia mengembangkan sistem waralaba. Saat ini telah ada 654 kedai cendol ala Danu di seluruh Indonesia. Omzetnya sekitar Rp 300 juta setiap bulan.

Pemuda lajang ini tak keberatan berbagi resep sukses bisnis. Berani, tekun, dan pantang menyerah.

"Jangan pernah meremehkan hal kecil karena hal kecil bisa menjadi sangat besar. Dan hidup adalah tentang belajar," Moto Danu.

Saksikan selengkapnya kisah Danu dalam Pantang Menyerah yang ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Jumat (4/12/2015), di bawah ini.