Sukses

Mensos Berikan Bantuan Langsung pada Korban Gempa Sorong

Liputan6.com, Sorong - Warga korban gempa menghadang rombongan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di ruas jalan Distrik Sorong Timur, Papua Barat.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Petang SCTV, Selasa (29/9/2015), sempat terjadi adu mulut antara warga dan Walikota Sorong, Lamberth Jitmau. Namun setelah mendapat penjelasan, para warga melepaskan rombongan menteri untuk meninjau dan membantu korban gempa.

Sebagian warga yang masih kesal tetap mengejar walikota untuk meminta penjelasan terkait tuntutan mereka agar Pemerintah Kota Sorong segera memberikan bantuan tanggap darurat.

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa beserta rombongan akhirnya dapat menyerahkan bantuan tanggap darurat di Kelurahan Giwu, Distrik Kla Wuyung, Kota Sorong. Menteri Khofifah melihat kondisi rumah warga yang rusak berat akibat gempa.

Usai memberikan bantuan, Menteri Khofifah menuju RSAL Dokter Utoyo untuk menjenguk pasien korban gempa. Gempa 6,8 skala Richter melanda Sorong 25 September 2015 lalu. Data kerusakan rumah akibat gempa masih dihimpun.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mengucurkan Rp 200 juta untuk membantu relokasi bangunan yang terkena dampak di Kota Sorong. Pembangunan dilakukan bersama dengan melibatkan anggota TNI.

Dandim Sorong, Letkol Inf Aulia Fahmi Dalimunte menyebutkan, data yang dimilikinya ada 40 orang luka ringan, 3 orang luka sedang dan 2 orang luka berat. Sedangkan untuk bangunan rusak ringan 123 unit dan 135 rusak berat.

Untuk Wilayah Kabupaten Sorong, korban yang  mengalami luka ringan 14 orang, luka berat 1 orang. Sedangkan bangunan 170 unit rusak ringan dan 238 unit rusak berat. Wilayah Kabupaten Raja Ampat korban yang mengalami luka ringan 1 orang. Sedangkan bangunan mengalami rusak ringan 18 unit dan 11 unit rusak berat. (Vra/Yus)