Liputan6.com, Jakarta - Goodtalenta memilih jalan berbeda di tengah maraknya startup Indonesia yang mengandalkan pendanaan dari modal ventura (venture capital) untuk berkembang. Platform rekrutmen berbasis kecerdasan buatan (AI) ini dikembangkan sepenuhnya menggunakan kas internal perusahaan alias bootstrapping selama kurang lebih setahun, tanpa suntikan dana dari investor luar.
CEO dan Founder Goodtalenta, Morizio Runtuwene, mengungkapkan, keputusan ini diambil secara sadar. Ia mengaku belum berniat menggandeng investor karena ingin memastikan produknya benar-benar sesuai kebutuhan pasar terlebih dahulu, sebelum berbicara soal ekspansi lebih jauh.
"Kita lebih ingin untuk bisa punya produk yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, baru kita berbicara mengenai hal-hal terkait ekspansi,” ujar Morizio, Kamis (27/8/2026).
Advertisement
Morizio menceritakan pengalamannya bergelut di dunia human resource selama lebih dari 23 tahun. Ia menyebut tantangan terbesar di bidang Human Resources (HR) selalu ada di proses rekrutmen, yakni sulitnya menemukan kandidat yang tepat bagi perusahaan, sementara di sisi lain masih banyak pencari kerja yang belum terserap. Menurut dia, ada gap yang tidak sinkron antara kebutuhan perusahaan dan ketersediaan pencari kerja.
Goodtalenta Pilih B2B, Mudahkan Pencari Kerja
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8789375/original/002886600_1782897902-hiring.jpg)
Goodtalenta menerapkan model bisnis business-to-business (B2B), di mana biaya rekrutmen dibebankan kepada perusahaan, sementara pencari kerja tidak dikenakan biaya apa pun untuk mendaftar.
Ke depan, Morizio menargetkan Goodtalenta dapat menjangkau lebih banyak kandidat. “Karena semakin banyak, semakin kaya kandidat dari Goodtalenta, maka akan semakin baik dampaknya kepada masyarakat luar industri secara luas," ujarnya.
Dalam jangka menengah, Goodtalenta berencana memperluas jangkauannya ke luar negeri, dengan menyasar pasar seperti China dan Vietnam, hingga negara-negara berbahasa Arab di Timur Tengah. Morizio menyebut pihaknya juga tengah mempertimbangkan penjajakan pasar Jepang dan Korea Selatan. Namun demikian, rencana ekspansi ini belum menjadi target dalam waktu dekat.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334225/original/010172500_1787825621-demo_motor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333889/original/091356200_1787811731-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-08-27T131833.691.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334046/original/006423000_1787818653-cek_fakta_demo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333970/original/076820900_1787815384-Your_paragraph_text.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333908/original/059076500_1787813361-photo_6089087934725296546_w.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5425363/original/070177600_1764223415-1000162797.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4930610/original/053719300_1724843671-image_-_2024-08-28T181111.701.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9334176/original/078126000_1787823053-email-attachment_2026_08_27_immanuel-christian_denyut-nadi-ekonomi-pedagang-air-mineral-dan-kopi-di-tengah-aksi_IMG_6689.jpeg)