Sukses

[VIDEO] Ketika Google Glass Digunakan Untuk Memadamkan Api

Ada banyak cara yang dilakukan oleh Explorer (sebutan untuk pengembang Google Glass) ketika mendapat kesempatan mencicipi kacamata pintar tersebut. Sama halnya dengan yang dilakukan oleh salah seorang petugas pemadam kebakaran yang memaksimlkan Glass untuk mendukung profesinya.

Adalah Patrick Jackson yang sehari-hari berprofesi sebagai 'penakluk api' di kawasan North Carolina, Amerika Serikat. Sebagai orang yang terpilih menjadi salah satu Explorer, Jackson mengembangkan sebuah aplikasi untuk Google Glass yang dapat memudahkan pekerjaan seorang petugas pemadam kebakaran.

Jackson mengembangkan aplikasi yang mampu memberikan informasi mengenai keberadaan hydrant, akses untuk menyelamatkan korban saat kondisi darurat, memberikan informasi mengenai bangunan tertentu, potensi bahaya suatu bangunan, hingga informasi kontak pemiliknya.

"Ketika mendengar alarm tanda kebakaran, umumnya saya dan teman-teman petugas kebakaran lainnya akan melihat ke sudut ruangan dan melihat peta untuk mengetahui lokasi kejadian sebelum akhirnya kami menuju lokasi dan mengerahkan usaha untuk memadamkan api," ucap Jackson seperti diwartakan CNN.

Namun dengan aplikasi yang dikembangkannya, hal tersebut tentu kini semakin sederhana. Mengingat petugas dapat mengetahui informasi mendetail dengan bantuan Glass.

Selain itu kacamata pintar ini dipastikan juga dapat merekam video dan membidik objek foto dari sudut pandang kru saat proses penyelamatan. Sayangnya untuk saat ini, Glass tidak kompatibel dengan aksesoris masker oksigen yang digunakan oleh tim pemadam.

Meskipun bukan sebagai seorang programmer profesional, Jackson mengaku kemampuannya mengembangkan aplikasi diperoleh secara otodidak dan diawali sejak ia menyukai bermain dengan komputer ketika berusia 7 tahun. meski mengenyam pendidikan ilmu komputer selama satu tahun, Jackson tidak menjadikan programmer sebagai jalan hidupnya.

"Sejak membeli smartphone empat tahun lalu, aku mulai kembali mengasah kemampuan mengenai pemrograman aplikasi Android, iPhone dan Glass," ungkap Jackson.

Sebelumnya ia juga telah mengembangkan aplikasi Andorid perdananya bertajuk 'Firefighter Log' yang memberikan informasi kebakaran dan hydrant terdekat melalui pesan singkat. Aplikasi tersebut saat ini telah diunduh hingga lebih dari 20.000 kali.

Sejak mengetahui kompetisi If I Had Glass yang diadakan Google, Jackson mengaku merasa tertantang untuk mengembangkan suatu aplikasi pendukung Glass. Hingga terciptalah aplikasi yang dirasa bermanfaat untuk mendukung rekan-rekan seprofesinya. Berikut cara kerja Glass yang direkam Jackson dalam video di bawah ini. (vin/dhi)

Baca juga
Pro-Kontra Google Glass, Diusir dari Restoran dan Bioskop
Sensasi Berhubungan Intim Menggunakan Google Glass
Lensa Kontak Pintar Google Ternyata Milik Microsoft?