Kemenko PM Dengar Keluhan Industri, Game Lokal Baru Kuasai 1 Persen Pasar Indonesia

Kemenko PM menggelar public hearing dengan pelaku industri gim nasional di tengah ironi besar, dimana pangsa gim lokal di pasar dalam negeri masih 1 persen.

Diterbitkan 01 April 2026, 11:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) menggelar kegiatan Public Hearing Ekosistem Gim Nasional bertajuk "Penguatan dalam Perspektif Praktisi dan Pengusaha Industri Gim" pada Selasa (31/3), di Kantor Kemenko PM, Jakarta. 

Lewat forum ini, Kemnko PM ingin memberikan ruang bagi pemerintah untuk menjaring aspirasi langsung dari para pengembang, investor, dan praktisi guna mengevaluasi serta memperkuat kebijakan industri gim di Tanah Air. 

​Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Pelindungan Pekerja Migran Kemenko PM, Leontinus Alpha Edison, mengungkap apresiasinya terhadap pertumbuhan subsektor gim yang kian melesat dan layak mendapat perhatian serius karena terus bertumbuh.

Berdasarkan data tahun 2025, nilai ekspor pengembang gim Indonesia telah menembus angka 60,8 juta USD, menjadikannya penyumbang ekspor terbesar keempat setelah subsektor fesyen, kriya, dan kuliner.  

​Namun, Leontinus menekankan perlunya transparansi dalam melihat realitas lapangan, di mana pangsa pasar gim lokal di negeri sendiri saat ini masih berada di kisaran 1%, sementara pasar domestik didominasi oleh produk impor. 

​“Pemerintah tidak tinggal diam dan telah mendorong percepatan lewat Perpres Nomor 19 Tahun 2024. Semangatnya jelas: kita ingin gim buatan lokal menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan mampu unjuk gigi di kancah global,” ujar Leontinus dalam keterangan diterima.

​Ia menegaskan, forum ini sengaja dibuka agar pemerintah tidak sekadar berbicara dari balik meja. Menurutnya, banyak tantangan struktural di lapangan belum tentnu sepenuhnya terbaca dalam proses birokrasi.

​“Siang ini, posisinya dibalik. Pemerintah akan jadi pendengar, dan teman-teman pelaku industri jadi pembicara utamanya. Tolong sampaikan masukan, saran, curhatan soal pain points, atau bahkan kritik pedas sekalipun ke kami. Jangan ada yang ditahan-tahan,” tegas Leontinus. 

 

Apresiasi Langkah Kemenko PM Berdialog

Ajakan itu langsung menyentuh persoalan selama ini kerap dirasakan pelaku industri. Banyak studio lokal berkualitas dan ide kuat, tetapi masih berjuang keras untuk tumbuh di tengah tekanan pasar, keterbatasan modal, dan besarnya dominasi pemain asing. 

CEO Toge Productions, Kris Antoni Hadiputra, menyambut positif langkah Kemenko PM untuk berdialog. Menurutnya, forum semacam ini memberi harapan kebijakan lahir nanti akan lebih dekat dengan realitas dihadapi para pelaku industri setiap harinya.

​“Kami sangat menghargai langkah Kemenko PM mau turun langsung mendengar suara dari bawah,” ungkap Kris.

Ia menambahkan, "forum seperti ini memberikan harapan baru kebijakan ke depan akan lebih 'nyambung' dengan apa kami hadapi di studio setiap hari. Ini adalah langkah awal positif untuk membawa gim lokal naik level. Semoga tidak hanya masuk kuping kanan keluar kuping kiri, tapi dari acara ini bisa muncul langkah yang nyata." 

Leontinus mengatakan, masukan dari para praktisi akan dirumuskan menjadi langkah konkret, termasuh dalam bentuk policy brief. Public hearing ini juga menghadirkan sejumlah nama dari berbagai lini industri, antara lain Luat Sihombing (Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif), Aero Wibowo (Genesia Ventures), Kris Antoni Hadiputra (Toge Productions), Arrizki Ramadhan (Memento Studios), dan Adam Ardisasmita (Arsanesia).