Liputan6.com, Jakarta - Perplexity resmi memperluas jangkauan browser berbasis kecerdasan buatan miliknya, Comet, ke platform Android.
Sebelumnya, Comet hanya tersedia untuk versi desktop yang diluncurkan pada Juli 2025. Kehadiran versi mobile ini menjadi upaya Perplexity untuk menghadirkan pengalaman menjelajah internet yang lebih cerdas langsung dari perangkat ponsel.
Pengguna yang mengunduh aplikasi ini dapat menjadikannya sebagai mesin pencari utama. Namun, keunggulan Comet tidak berhenti di situ.
Advertisement
Browser ini dibekali teknologi AI yang memungkinkan pengguna memberi perintah melalui suara, termasuk menanyakan informasi terkait seluruh tab yang sedang terbuka secara bersamaan.
Dikutip dari Digitaltrends, Selasa (25/11/2025), Comet juga mampu menyajikan ringkasan hasil pencarian secara otomatis. Dengan demikian, pengguna tidak perlu membuka banyak situs untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan satu per satu.
Lebih dari sekadar mencari informasi, Comet \bahkan dapat membantu proses riset hingga mendampingi pengguna saat berbelanja online.
Menariknya, versi Android Comet sudah langsung dilengkapi fitur pemblokir iklan bawaan. Fasilitas ini belum tersedia pada versi desktop, sehingga menjadikan versi mobile lebih unggul dari sisi kenyamanan penggunaan.
Perplexity berencana menambahkan fitur pengelola kata sandi serta meningkatkan kemampuan agen AI agar dapat melakukan tindakan tertentu di dalam situs web, sesuai dengan perintah pengguna.
Strategi Perplexity Masuk ke Pasar Mobile
Langkah Perplexity merilis Comet di Android dinilai sebagai strategi penting di tengah persaingan pengembangan browser berbasis AI. Sejumlah perusahaan teknologi seperti OpenAI dan The Browser Company, selama ini lebih memprioritaskan pada pengalaman desktop.
Dengan masuk ke pasar Android, Perplexity menyasar basis pengguna terbesar di dunia, yakni pengguna ponsel pintar. Apalagi perusahaan ini juga telah menjalin kerja sama dengan Motorola sejak awal 2025, yang membuka peluang integrasi bahwa Perplexity ingin teknologi AI-nya tertanam langsung di perangkat yang digunakan sehari-hari.
Melalui Comet, Perplexity ingin mendorong perubahan fungsi browser bukan lagi sekadar alat untuk membuka situs web, melainkan asisten digital yang dapat berperan aktif dalam membantu berbagai aktivitas penggunanya.
Efisien untuk Pengguna dengan Banyak Tab
Fitur-fitur yang ditawarkan Comet berpotensi memberikan solusi bagi pengguna yang terbiasa membuka banyak tab secara bersamaan. Pengguna cukup bertanya, misalnya, “Tab mana yang berisi resep tadi?”, tanpa harus mencarinya satu per satu secara manual.
Kemampuan AI yang dapat melakukan riset dan membantu proses belanja juga membuat aktivitas browsing di layar kecil menjadi lebih efisien. Ditambah dengan adanya fitur blokir iklan bawaan, pengalaman menjelajah menjadi lebih nyaman dan minim gangguan.
Bagi sebagian pengguna, Comet dapat menjadi alternatif menarik dari browser yang bersifat monoton selama ini digunakan, sekaligus menawarkan gambaran tentang arah perkembangan browser berbasis AI di masa depan.
Versi iOS Belum Dirilis, Aspek Keamanan Jadi Tantangan
Untuk saat ini, pengguna iPhone masih harus menunggu lebih lama lagi. Perplexity mengonfirmasi bahwa versi iOS sedang dalam pengembangan, meski belum mengungkapkan jadwal peluncuran secara resmi.
Di balik berbagai kemudahan yang ditawarkan, aspek keamanan menjadi tantangan utama. Memberikan akses luas kepada agen AI untuk bertindak di internet memang menawarkan kemudahan, namun berisiko menimbulkan risiko baru. Perplexity mengklaim tengah merancang ulang sistem keamanannya sejak tahap awal pengembangan.
Seiring kecerdasan agen AI yang terus berkembang, perusahaan kini dihadapkan pada tugas besar untuk memastikan inovasi yang ditawarkannya tetap sejalan dengan perlindungan privasi dan keamanan data pengguna.
Advertisement
Perplexity Mau Beli Google Chrome dengan Tawaran Fantastis
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4777426/original/065290100_1710836578-SmartSelect_20240319_151433_Opera.jpg)
Di sisi lain, Perplexity secara terbuka menungkap keinginan untuk membeli Google Chrome. Tak tanggung-tanggung, perusahaan menawar peramban populer milik Google tersebut dengan angka fantastis sebesar USD 34,5 miliar atau setara Rp 560 triliun.
Kabar ini sontak membuat banyak pihak terkejut, mengingat beberapa bulan lalu Perplexity ingin mengakuisisi Chrome jika pemerintah Amerika Serikat (AS) memaksa Google melepas aset digital itu.
Dmitry Shevelenko, kepala bisnis Perplexity, juga mengatakan startup AI sudah menyiapkan dana investasi besar agar transaksi ini lancar.
"Beberapa dana investasi besar telah setuju untuk membiayai penuh transaksi ini," ucap Dmitry Shevelenko, kepala bisnis Perplexity, dikutip dari Bloomberg, Rabu (13/8/2025).
Dia juga mengatakan, "perusahaan akan berinvestasi lebih dari USD miliar di Chrome dan Chromium selama dua tahun ke depan jika Google menyetujui kesepakatan Perplexity beli Chrome."
Pernyataan Google?
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2948827/original/085122100_1571911847-google-chrome-sign.jpg)
Hingga berita ini dikabarkan, Google masih bungkam terkait tawaran akuisisi dari Perplexity. Raksasa teknologi berbasis di Mountain View itu sepertinya ingin mempertahankan Chrome sebagai produk andalan mereka.
Ini bukan pertama kali Perplexity membuat banyak pihak di industri teknologi terkejut. Awal tahun ini, startup itu juga sempat mengutarakan niat untuk membeli TikTok.
Dengan tawaran harga ratusan triliun rupiah ini, apakah Google akan merelakan peramban Chrome mereka atau tetap mempertahankan aset digital paling populernya?
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481724/original/069742900_1769143528-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-01-23T110013.385.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3267613/original/079814300_1602679710-Kejahatan_Siber.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7503211/original/044195200_1780275516-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-01T075745.914.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/3904848/original/078014600_1762748675-foto_gw_page-0001.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5323242/original/071649400_1755765257-Screenshot_2025-08-21_151555.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/155/original/044152800_1745337825-WhatsApp_Image_2025-04-22_at_10.54.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261548/original/054938700_1781743858-ronaldo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260847/original/080495800_1781665547-063_2281975528.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261507/original/086752300_1781723618-063_2282082971.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260720/original/014464000_1781645481-HK9wcDqXAAAOMgO.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261512/original/033497000_1781727509-063_2282087886.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261448/original/088941000_1781704030-000_B7CB6XU.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5626466/original/003931900_1778221281-ALJAZAIR.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4258833/original/075986400_1670866002-000_3339699.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8265428/original/072310000_1782111808-AP26172732756707.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264294/original/025943800_1782105633-IMG-20260622-WA0055.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264181/original/054321300_1782097612-063_2282690679.jpg)