#PikirDuaKali: Saat Satu Klik Bisa jadi Awal Penipuan, Begini Cara Cerdas Menghindarinya

TikTok mengajak pengguna Indonesia agar lebih waspada lewat kampanye edukatif bertajuk #PikirDuaKali, dengan satu pesan utama: lawan penipuan dimulai dari kesadaran dan tindakan sederhana.

Diterbitkan 20 November 2025, 13:59 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Di era digital, hampir semua aktivitas kini bisa dilakukan secara online, dari belanja, bekerja, hingga berinteraksi. Namun, di balik kemudahan itu, ancaman penipuan online atau scam juga semakin sering mengintai.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, rata-rata terdapat 700 hingga 800 laporan penipuan online per hari yang masuk ke Indonesia Anti Scam Centre (IASC). Angka ini jauh melampaui beberapa negara di Asia Tenggara. Bentuknya pun beragam, mulai dari investasi bodong, undian palsu, hingga lowongan kerja fiktif.

Ironisnya, generasi muda yang justru paling melek teknologi kini menjadi kelompok yang paling rentan tertipu. Rasa percaya diri tinggi dan kebiasaan bertindak cepat di dunia digital sering kali membuat mereka lengah.

Untuk itu, TikTok mengajak pengguna Indonesia agar lebih waspada lewat kampanye edukatif bertajuk #PikirDuaKali, dengan satu pesan utama: lawan penipuan dimulai dari kesadaran dan tindakan sederhana.

Langkah Cerdas Hindari Penipuan, 3C: Cek, Cegah, Cegat

TikTok memperkenalkan strategi edukasi yang mudah diingat namun efektif untuk melawan penipuan online, yaitu 3C: Cek, Cegah, dan Cegat.

  1. CEKSebelum membalas pesan atau mengklik tautan mencurigakan, luangkan waktu untuk berpikir dua kali. Periksa dulu siapa pengirimnya. Apakah akun itu resmi? Apakah pesannya terasa janggal, seperti janji hadiah besar atau permintaan data pribadi?
  2. CEGAHJangan terburu-buru melakukan tindakan. Hindari memberikan informasi sensitif seperti PIN, OTP, atau nomor rekening kepada siapa pun, bahkan jika mereka mengaku dari lembaga resmi. Jika tawaran terlihat terlalu bagus untuk jadi kenyataan, kemungkinan besar, memang bukan kenyataan.
  3. CEGATJika menemukan akun atau konten mencurigakan, segera laporkan. TikTok menyediakan berbagai fitur keamanan agar pengguna dapat mengambil tindakan cepat dan melindungi diri serta orang lain.

Pesan sederhananya berhenti sejenak, pikir dua kali, lalu bertindak dengan bijak. 

Fitur Keamanan TikTok untuk Ruang Digital yang Lebih Aman

TikTok memahami bahwa dunia digital tidak hanya harus menyenangkan, tapi juga aman. Karena itu, platform ini menghadirkan berbagai fitur keamanan bawaan yang bisa dimanfaatkan pengguna untuk melindungi diri dari berbagai modus penipuan online.

Berikut beberapa fitur yang bisa digunakan langsung di aplikasi TikTok:

  • Laporkan (Report): Jika menemukan akun atau konten mencurigakan, pengguna bisa langsung melaporkannya melalui fitur Report. Laporan pengguna akan langsung diproses oleh tim moderasi berbasis mesin dan manusia.
  • Filter Kata Kunci (Filter Keywords): Pengguna bisa memblokir kata, frasa, atau komentar tertentu agar konten unggahan pengguna yang berisi kata tersebut tidak muncul di FYP mereka. Fitur ini dapat dimanfaatkan pengguna untuk mengurangi risiko paparan terhadap konten manipulatif atau spam.
  • Tidak Tertarik (Not Interested): Dengan menekan tombol Not Interested, pengguna dapat melatih sistem rekomendasi TikTok agar mengurangi kemunculan konten berisiko atau mencurigakan di FYP mereka.

Selain itu, TikTok Shop by Tokopedia juga memiliki sistem keamanan transaksi yang terintegrasi untuk memastikan aktivitas belanja online lebih terlindungi. Pengguna disarankan untuk tidak bertransaksi di luar platform, selalu memeriksa rating toko dan ulasan pembeli, serta membandingkan harga sebelum melakukan pembelian.

Kesadaran Digital Dimulai dari Kita

Penipuan online bisa menimpa siapa saja, bukan karena kurang pintar, tapi karena sering kali dilakukan di momen-momen ketika seseorang sedang tidak waspada atau dalam kondisi emosional.

Melalui kampanye #PikirDuaKali, TikTok ingin menumbuhkan budaya berpikir kritis di antara pengguna platform digital agar tidak mudah percaya dan gegabah saat berinteraksi dengan konten, tawaran, maupun ajakan yang terlihat “too good to be true”.

Langkah kecil seperti memeriksa pesan, menahan diri sebelum mengirim data, atau menekan tombol “laporkan” bisa menjadi tindakan besar yang menyelamatkan diri dan orang lain dari kerugian.

Karena di era digital seperti sekarang, membangun lingkungan digital yang aman dan nyaman  itu tanggung jawab kita semua. Jadi, sebelum percaya dan klik sesuatu, selalu Cek, Cegah, dan Cegat! Untuk informasi lebih lanjut tentang cara melindungi diri dari penipuan online, kunjungi laman #PikirDuaKali di TikTok.