Kejahatan Siber Makin Marak, Pluang Perkuat Sistem Keamanan Tiga Lapis

Kejahatan siber yang kian marak, membuat Pluang memperkenalkan Sistem Keamanan Tiga Lapis (3L) baru untuk meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Diterbitkan 18 November 2025, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Popularitas investasi digital di Indonesia terus menigkat, namun seiring dengan tren tersebut, risiko kejahatan siber seperti penipuan online, phishing, dan akun palsu yang mengatasnamakan perusahaan juga meroket tajam. 

Menanggapi ancaman itu, salah satu aplikasi trading dan investasi multiaset, Pluang, mempertegas komitmennya terhadap keamanan dan kepercayaan pengguna dengan memperkenalkan Sistem Keamanan Tiga Lapis (3L).

3L Pluang diklaim dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh pada setiap aktivitas pengguna, dengan fitur kunci yang mencakup liveness check dan Two-Factor Authentication (2FA).

CEO & Co-Founder Pluang, Claudia Kolonas, menegaskan bahwa keamanan dan kepercayaan pengguna adalah prioritas utama perusahaan.

“Di tengah meningkatnya risiko kejahatan digital, kami terus memperkuat sistem keamanan serta memberikan edukasi agar pengguna dapat berinvestasi dengan aman,” ujar Claudia dalam keterangannya, Selasa (18/11/2025).

Beberapa tahun terakhir, industri investasi digital nasional menghadapi peningkatan kasus penipuan yang signifikan. Modusnya beragam dan semakin canggih, mulai dari grup investasi palsu di media sosial, hingga situs atau aplikasi tiruan yang meniru platform resmi.

Para penipu beraksi dengan meminta pengguna membagikan One-Time Password (OTP), kata sandi, hingga mengarahkan untuk mengklik tautan atau mengunduh aplikasi (APK) mencurigakan. Tindakan ini dapat menyebabkan pengguna kehilangan akses dan dana investasi mereka.

 

Pilar Utama Perlindungan 3L

Sebagai langkah terbaru dalam memperkuat perlindungan, Pluang menjadikan 3L sebagai fondasi utama. Salah satu komponen penting dari sistem 3L adalah fitur verifikasi wajah “Liveness Check”.

Fitur Liveness Check adalah sistem verifikasi biometrik yang mutakhir. Tujuannya adalah memastikan bahwa proses verifikasi identitas, khususnya untuk aktivitas krusial, dilakukan oleh pengguna asli, bukan oleh foto, video, bot, atau penipu. Fitur ini diterapkan pada aktivitas penting seperti:

  • Penarikan saldo dan aset crypto dari perangkat baru.
  • Proses reset PIN transaksi.

Selain fitur baru tersebut, Pluang juga terus menyempurnakan berbagai fitur keamanan inti yang telah ada sebelumnya. Fitur-fitur ini juga merupakan bagian integral dari 3L, yaitu:

  • PIN/Verifikasi Biometrik & OTP: Digunakan untuk semua aktivitas penting, termasuk proses login.
  • Two-Factor Authentication (2FA): Diterapkan untuk verifikasi dua langkah di setiap proses transfer aset crypto.

Komitmen Pluang pada keamanan data juga ditegaskan dengan penerapan kebijakan perlindungan data pribadi yang ketat, sesuai dengan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP). Hal ini memastikan seluruh aktivitas keamanan berjalan sesuai dengan standar terbaik di industri teknologi finansial.

 

Edukasi Keamanan 

Sebagai bagian tak terpisahkan dari komitmen keamanan, Pluang juga mengimbau seluruh pengguna untuk memahami dan menerapkan panduan keamanan dasar. Panduan ini berfungsi sebagai lapis pertahanan terakhir yang dikontrol oleh pengguna, di antaranya:

  • Selalu mengakses aplikasi atau website Pluang hanya melalui kanal resmi.
  • Mengaktifkan Two-Factor Authentication (2FA) dan membuat PIN transaksi yang kuat dan unik.
  • Jangan pernah membagikan OTP, PIN, atau kata sandi kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai karyawan Pluang. Pihak Pluang tidak akan pernah meminta informasi sensitif ini kepada pengguna.
  • Waspadai pesan, panggilan, atau tautan mencurigakan yang mengatasnamakan Pluang atau lembaga resmi.
  • Tidak bergabung dengan grup Telegram, WhatsApp, atau media sosial yang tidak resmi dari Pluang.

Infografis Kejahatan Siber (Liputan6.com/Abdillah)