Forum “AI in Action” Ungkap Cara Perusahaan Terapkan AI dengan Pendekatan Manusia

Forum AI in Action di Jakarta menampilkan praktik nyata adopsi AI dari CPPetindo, Siloam Hospitals, dan Alpha Aviation Group. Pendekatan manusiawi menjadi kunci keberhasilan transformasi digital di Asia Tenggara.

Diterbitkan 07 November 2025, 16:57 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Asia Tenggara sedang memasuki fase baru dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) di berbagai sektor, mulai dari industri kreatif hingga layanan kesehatan.

Berbekal AI yang diadopsi secara masif, banyak perusahaan mulai berpindah dari tahap eksperimen menuju penggunaan langsung yang memberi dampak pada cara kerja tim dan pengalaman pelanggan.

Laporan IDC 2025 menyebutkan, lebih dari 70 persen perusahaan di kawasan ini telah mulai mengadopsi inisiatif AI. Namun, baru sekitar 23 persen mencapai tahap penggunaan transformatif.

Diakui banyak pelaku industri, tantangan terbesar adopsi AI ini ada pada kesiapan manusia dalam mengubah cara bekerja.

Hal ini menjadi bahasan utama dalam forum "AI in Action" digelar oleh AiSensum di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta. Dalam forum tersebut, sejumlah perusahaan berbagi praktik nyata penerapan AI di bidang pemasaran, layanan kesehatan, dan pendidikan profesional.

Salah satu contoh datang dari CPPetindo, di mana perusahaan ini memakai analisis video berbasis AI Advize untuk memahami pola konten disukai penonton.

Dengan cara ini, AI bisa membantu tim melihat faktor-faktor seperti gaya bicara, tempo, dan struktur narasi influencer secara lebih terstruktur.

"Kami jadi lebih sadar kapan harus mengandalkan intuisi, dan kapan harus mendengarkan data. Saat kami mendengarkan data, jumlah penonton video kami naik 27 persen," kata Wilda Novayana, Brand & Product Development Manager CPPetindo.

Di sektor kesehatan, Siloam Hospitals memanfaatkan AI untuk menilai kepatuhan SOP dalam interaksi front office secara real-time. Pendekatan ini menggantikan pola evaluasi sampling sering meninggalkan banyak celah.

Dampaknya nyata. Tingkat kepatuhan mencapai 98 persen, dengan proyeksi kenaikan Net Promoter Score hingga 10 persen. "AI bukan tentang mengawasi," ujar Anthony Hartono, Operations Services & Supply Chain Management Director dari Siloam Hospitals Group.

Dia menambahkan, "AI memberi tim kami wawasan agar bisa bekerja dengan lebih baik setiap hari."

 

Pemanfaatan AI di AAG

Sementara itu, Alpha Aviation Group (AAG) memakai AI sebagai asisten digital mampu mengurangi pekerjaan administratif. Infrastruktur dan staf dapat menghemat sekitar 15 jam kerja per bulan dan dapat fokus pada tugas init, yakni pelatihan dan pembimbingan calon pilot.

“Ketika orang berhenti melakukan pekerjaan repetitif, mereka mulai mendapatkan ruang untuk memberikan dampak lebih,” ujar tim dari AAG. “AI tidak menggantikan manusia; AI membantu kami menjadi lebih manusiawi.

Berdasarkan paparan pengalaman dan rangkaian cerita tersebut, sebuah pola muncul dengan jelas. Keberhasilan adopsi AI bukan ditentukan oleh kecanggihan model yang digunakan.

Akan tetapi, lebih kepada bagaimana organisasi mampu menyatukan logika mesin dengan nilai manusia seperti empati, rasa ingin tahu, dan kemauan belajar.

Pada kesempatan forum tersebut, AiSensum memperkenalkan “90-Day AI Playbook” sebagian panduan praktis agar perusahaan dapat meulai menerapkan AI tanpa kehilangan arah. 

"Keberhasilan AI bukan soal skala, tetapi fokus pada kecepatan belajar," ujar Ray, Chief AI Office, AISensum.

Vika Paramita, SEA Commerecial Director SurveySensum, menutup sesi dengan menegaskan teknologi hanya alat. “AI hanyalah alat. Yang membuatnya hidup adalah manusia, rasa ingin tahu, empati, dan keberanian untuk terus belajar,” ujarnya.

Infografis 4 Rekomendasi Chatbot AI Terbaik