Liputan6.com, Jakarta - Maskapai penerbangan Australia, Qantas, mengonfirmasi kebocoran data, di mana informasi pribadi jutaan pelanggannya telah disusupi hacker.
Insiden ini menjadi pelanggaran data terbesar di Australia dalam beberapa tahun terakhir dan merupakan pukulan besar bagi maskapai yang tengah berupaya memulihkan kepercayaan publik setelah serangkaian krisis reputasi.
Dalam pernyataan resminya, dikutip dari CNA, Rabu (2/7/2205), Qantas mengungkapkan penjahat siber tersebut menargetkan sebuah pusat panggilan (call center) dan berhasil mendapatkan akses ke platform layanan pelanggan pihak ketiga.
Advertisement
Platform ini menyimpan sekitar enam juta data pelanggan, termasuk nama, alamat email, nomor telepon, tanggal lahir, dan nomor frequent flyer.
Pihak maskapai belum memberikan informasi spesifik mengenai lokasi pusat panggilan yang menjadi target maupun rincian pelanggan Qantas mana saja yang datanya terkompromi.
Qantas menyatakan kebocoran ini terdeteksi setelah adanya aktivitas mencurigakan pada platform tersebut. Tindakan cepat segera diambil untuk mengendalikan situasi.
"Kami masih terus menyelidiki sejauh mana data yang telah dicuri hacker, meskipun kami memperkirakan jumlahnya signifikan," demikian pernyataan Qantas.
Qantas menegaskan bahwa insiden ini tidak berdampak pada operasional maupun keselamatan penerbangan.
Â
Keamanan Siber Australia Jadi Sorotan
Kebocoran data Qantas ini dianggap sebagai insiden keamanan siber paling menonjol di Australia sejak serangkaian kasus serupa yang menimpa operator telekomunikasi Optus dan perusahaan asuransi kesehatan Medibank pada 2022.
Peristiwa tersebut mendorong pemerintah Australia untuk memberlakukan undang-undang ketahanan siber, termasuk kewajiban pelaporan kepatuhan dan insiden keamanan siber.
Insiden ini juga berdampak negatif bagi Qantas, yang sedang berjuang untuk meraih kembali kepercayaan masyarakat setelah berbagai tindakan kontroversial selama dan setelah pandemi COVID-19.
Kejadin tersebut menyebabkan rating Qantas merosot dalam peringkat maskapai penerbangan dan merek.
Sebelumnya, Qantas terbukti bersalah atas pemutusan hubungan kerja (PHK) secara ilegal terhadap ribuan pekerja selama penutupan perbatasan pada tahun 2020, sambil menerima pembayaran stimulus dari pemerintah.
Maskapai ini juga mengakui telah menjual ribuan tiket untuk penerbangan yang sudah dibatalkan.
Qantas bahkan menuai kritik dari politisi oposisi yang menuduh perusahaan telah melobi pemerintah federal pada 2022 untuk menolak permintaan Qatar Airways dalam menambah frekuensi penerbangannya ke Australia.
Meskipun Qantas membantah tuduhan tersebut, pemerintah akhirnya menolak permintaan Qatar Airways--sebuah keputusan yang menurut regulator konsumen merugikan persaingan harga.
Â
Advertisement
Qantas Berupaya Pulihkan Reputasi
CEO Qantas, Vanessa Hudson, dilaporkan berhasil meningkatkan citra publik maskapai sejak menjabat pada tahun 2023, berdasarkan pengukuran reputasi.
"Kami menyadari ketidakpastian yang akan ditimbulkan dari situasi ini. Pelanggan kami mempercayakan informasi pribadi mereka kepada kami, dan kami mengambil tanggung jawab itu dengan sangat serius," ujar Hudson menjelaskan.
Qantas telah memberitahukan insiden ini kepada Australian Cyber Security Centre (ACSC), Office of the Australian Information Commissioner (OAIC), dan Australian Federal Police (AFP).
Pihak maskapai mengklaim peretas tidak berhasil mengakses akun frequent flyer, kata sandi pelanggan, nomor PIN, maupun detail login lainnya.
Infografis Jatuhnya Pesawat Air India AI171. (Liputan6.com/Abdillah)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5251847/original/005702900_1749810954-Air_India_1.jpg)
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8475678/original/062240100_1782386179-cek_fakta_bansos_PKH_-_2026.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8471521/original/041151500_1782374656-Tugas__40_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3968655/original/065769700_1647752951-presiden_ukraina_1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8472796/original/057767300_1782376694-cek_fakta_BPS.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/155/original/044152800_1745337825-WhatsApp_Image_2025-04-22_at_10.54.48_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3340742/original/009693500_1609832632-Ilustrasi_Qantas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/354824/original/064964900_1472355561-12341615_10208079669133439_2483871884349705146_n.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/419279/original/055825100_1744875499-Yus_01.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/avatars/427575/original/073229400_1656309465-IMG_20220627_125732_258.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8258990/original/029859700_1781430570-AP26154680263164.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8260144/original/013036700_1781578034-AP26166147695589.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8362045/original/070572100_1782237587-AP26174619862047.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8385152/original/045727200_1782264420-panama.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8378005/original/081695500_1782256125-ghana.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264149/original/054877000_1782096496-063_2282689905-Timnas_Mesir.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264303/original/054619900_1782106281-AP26172737361128.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8264253/original/054046300_1782102358-uruguay.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8456333/original/005196400_1782354547-063_2282682114.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8259250/original/045793700_1781492796-curacao.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8263742/original/070388900_1781993920-063_2282542238.jpg)