Heboh! Manusia Purba Gunakan Tulang Paus Jadi Alat Berburu 20.000 Tahun Lalu

Penemuan mengejutkan di Spanyol ungkap manusia purba 20.000 tahun lalu gunakan tulang paus sebagai alat berburu. Ini buktinya!

Diterbitkan 02 Juni 2025, 07:30 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah temuan mengejutkan datang dari pesisir pantai Spanyol. Para arkeolog menemukan, manusia purba 20.000 tahun lalu sudah menggunakan tulang paus sebagai alat berburu dan bertahan hidup.

Dengan temuan ini, telah menjadi bukti tambahan manusia zaman es juga menggantungkan hidup dari laut, bukan hanya berburu hewan di daratan semata.

Penelitian dipublikasikan di jurnal Nature Communication pada 27 Mei 2025 mengungkap, ada sekitar 83 alat dari tulang paus ditemukan di sekitar Teluk Biscay, Spanyol, dan 90 tulang lainnya dari Gua Santa Catalina.

Disebutkan, spesies paus terindentifikasi mencakup paus sperma, paus biru, paus sirip, paus kelabu, hingga paus bowhead atau right whale.

"Mayoritas alat ini berupa ujung tombak atau proyektil besar, kemungkinan digunakan untuk berburu hewan darat dan laut," kata Jean-Marc Petillon, arkeolog Universite Toulouse Jean Jaures dan salah satu penulis studi, sebagaimana dikutip dari Popular Science, Senin (2/6/2025).

 

Manusia Purba 20 Ribu Tahun Aktif Berburu di Laut?

Foto: University of Utah

Penemuan ini menunjukkan, manusia purba sudah memiliki pemahaman tentang potensi sumber daya laut. Meskipun belum ada bukti nyata perburuan paus aktif pada masa itu, mereka kemungkinan besar memanfaatkan untuk membuat alat berburu ini dari bangkai paus yang terdampar. 

Mengejutkannya, spesies paus digunakan untuk alat berburu tersebut sebagian besar masih hidup hingga sekarang di wilayah Atlantik Utara. Ini menandakan, stabilitas ekosistem laut kontras dengan punahnya banyak fauna daratan, seperti rusa kutub dan bison dari Eropa Barat.

Cara Adaptasi dari Perubahan Iklim?

Ilustrasi Manusia Purba (Sumber : Insanpelajar)

Para peneliti menyimpulkan, pemanfaatan tulang paus bukan hanya soal bahan. Tetapi juga strategi adaptasi terhadap perubahan iklim, ekstrem selama zaman es, di mana garis pantai berada hampil 120 meter lebih rendah dari sekarang.

Tak hanya itu, penemuan ini juga membuka peluang riset baru tentang bagaimana manusia purba memanfaatkan wilayah pesisir, jauh sebelum mengenal aktivitas pertanian atau domestikasi hewan.