Sukses

Apple Naikkan Harga App Store di Inggris Mulai 13 Februari, Bagaimana dengan Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Apple akan menyesuaikan harga App Store di sejumlah negara, karena berbagai faktor terkait ekonomi. Faktor yang dimaksud mulai dari meningkatnya pajak di sejumlah negara hingga meningkatnya nilai tukar mata uang.

Apple menyebut, perubahan ini berdampak ke Britania Raya dan sejumlah negara mulai 13 Februari mendatang.

Mengutip Gizchina, Minggu (29/1/2023), peningkatan harga akan berdampak pada aktivitas-aktivitas di App Store, termasuk di in-app purchase alias pembelian melalui aplikasi.

Adapun kenaikan harga pada App Store ini akan dirasakan para pengguna layanan Apple di Kolumbia, Mesir, Hungaria, Nigeria, Norwegia, Afrika Selatan, hingga Britania Raya termasuk Inggris.

Kendati demikian, tidak semua negara akan mengalami peningkatan harga App Store. Para pengguna Uzbekistan misalnya, justru akan merasakan penurunan harga transaksi di App Store. Kok bisa?

Rupanya, Apple menyebut harga aplikasi-aplikasi di Uzbekistan akan menurun karena adanya pengurangan pajak pertambahan nilai (PPN) alias Value Added Tax (VAT) sebesar 3 persen.

Meski begitu, ada sejumlah negara yang biaya transaksi untuk pembelian aplikasi di App Store akan tetap sama. Para pengguna di Irlandia, Luxembourg, Singapura, dan Zimbabwe tidak akan terdampak kebijakan peningkatan harga ini. Hanya akan ada sedikit penyesuaian karena ada perubahan VAT.

2 dari 4 halaman

Bagaimana dengan Indonesia?

Apple mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pendapatan untuk pengembang lokal yang menjual layanan aplikasi di Kamboja, Kyrgyztan, Indonesia, Singapura, Korea Selatan, Tajikistan, dan Uzbekistan.

Tidak dijelaskan, apa maksud meningkatkan pendapatan untuk pengembang lokal ini. Namun,  di Indonesia sendiri, pemerintah beberapa waktu lalu meningkatkan tarif PPN dari 10 persen menjadi 11 persen dan mulai berlaku April 2022.

Lalu per Desember 2022, Apple mengumumkan layanan Apple One mereka mengalami kenaikan, untuk paket Family misalnya naik dari Rp 155.000 menjadi Rp 179.000 per bulan. Pada tagihan tercetak, tarif ini sudah termasuk dengan PPN 11 persen.

3 dari 4 halaman

Biaya Pembelian di Aplikasi Bakal Naik?

Sekadar informasi, pada Desember tahun lalu, Apple mengumumkan rencana untuk menyediakan tambahan 700 poin bagi pengembang yang aplikasinya dijajakan di App Store. Tambahan poin ini memungkinkan berbagai penentuan variasi harga aplikasi di App Store.

Hal ini mengindikasikan bahwa aplikasi-aplikasi di App Store bisa dihargai paling rendah setidaknya 29 sen dan paling tinggi USD 10.000.

Perubahan ini bisa mulai dilaksanakan ke seluruh aplikasi di App Store setidaknya pada bulan Maret, April, atau Mei tahun ini.

Buka Toko Pertama di Malaysia

Terlepas dari itu, Apple disebut-sebut bakal segera membuka toko pertama mereka di Malaysia, dan saat ini sudah mulai merekrut karyawan.

Informasi ini terungkap lewat laporan Bloomberg, dimana perusahaan besutan Steve Jobs itu membuka lowongan pekerjaan untuk Apple Store di website mereka.

4 dari 4 halaman

Lowongan

Dalam lowongan di situs resmi perusahaan, posisi yang dicari meliputi manajer toko, staf spesialis teknis, staf pendukung, kreatif dan sales untuk toko pertama Apple di Malaysia itu.

Dengan daftar lowongan pekerjaan ini, dapat dipastikan staf yang dicari bukan untuk toko pihak ketiga, tetapi untuk posisi sebagai karyawan di Apple Store, sebagaimana dikutip dari Bloomberg via Gizchina, Kamis (26/1/2023).

Sayangnya, masih belum diketahui secara pasti lokasi toko pertama Apple tersebut di Malaysia, namun beberapa laporan menyebut Apple Store itu akan berada di Kuala Lumpur.

Keberadaan Apple Store di Malaysia ini menandakan perusahaan bermarkas di Cupertino, Amerika Serikat itu ingin memperkuat kehadiran mereka di daerah Asia.

Diketahui, Apple pertama kali membuka toko retail pertama mereka di Asia Tenggara dengan memilih negara Singapura pada 2015.

Selang tiga tahun berikutnya, Apple membuka toko resmi mereka di Thailand. Selain posting lowongan pekerjaan di Malaysia.

(Tin/Isk)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.