Sukses

Opensignal: 5G Tiga Kali Lebih Cepat Ketimbang 4G dan WiFi di Indonesia, Ini Perbandingannya

Liputan6.com, Jakarta - Opensignal mengungkapkan hasil analisis terbarunya yang bertajuk '5G in Indonesia is Far Superior to WiFi and 4G'. Sesuai tajuknya, analisis OpenSignal ini menyebut kualitas 5G di Indonesia ternyata jauh lebih unggul daripada WiFi dan 4G.

"Analisis terkini Opensignal menunjukkan 4G di Indonesia masih unggul dibandingkan jaringan WiFi, baik yang berasal dari publik maupun swasta. Namun 5G memberikan pengalaman jauh lebih unggul dari 4G dan WiFi," tulis analis Opensignal Hardik Khatri dalam laporan seperti dikutip dari laman resmi Opensignal, Kamis (1/12/2022).

Dalam analisis tersebut, Hardik menuliskan, keunggulan yang dimiliki 5G bisa memberikan kesempatan bagi operator untuk meningkatkan pengalaman mobile bagi pengguna di Indonesia.

Pada laporan analisa itu, Opensignal menunjukkan kecepatan unduh pengguna smartphone di seluruh Indonesia rata-rata mencapai 17Mbps saat terhubung dengan 4G, sedangkan saat terhubung ke WiFi, kecepatannya hanya sekitar 14,6Mbps.

Sementara dengan layanan 5G, pengguna Indonesia memiliki catatan kecepatan unduh rata-rata 54,6Mbps. Jadi, kecepatan unduh rata-rata 5G sekitar 3,3 kali cepat dari 4G, dan 3,9 kali lebih cepat dari WiFi.

Lalu untuk kecepatan unggah, pengguna yang terhubung dengan 5G bisa mencapai kecepatan 19,6Mbps. Catatan itu 3,1 kali lebih cepat dari WiFi, dan 2,5 kali lebih cepat dari 4G.

Selain itu, pengguna smartphone di Indonesia yang terhubung 5G memiliki pengalaman jauh lebih baik saat mengakses layanan streaming video. Opensignal mencatat pengalaman video dengan 5G mencapai skor 67,4 yang berarti menduduki peringkat Sangat Bagus (65-75).

Peringkat ini berarti waktu pemuatan video saat diakses dengan internet 5G terbilang cepat, dan hanya kadang-kadang macet. Sebagai perbandingan, layanan WiFi dan 4G menempati dua kategori lebih rendah, yaitu Cukup (40-55).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Pengalaman Bermain Game

Kendati demikian, saat diajak bermain game, WiFi memberikan pengalaman yang lebih baik dari 4G. Opensignal mencatat skor pengalaman bermain dengan WiFi adalah 68,3 (dari skala 100), sehingga mendudukung peringkat Cukup dari kategori Pengalaman Bermain Game.

Lalu dengan 5G, pengguna Indonesia melaporkan pengalaman terbaik dengan skor 77,3 yang berarti ada di peringkat Baik. Meski 5G memberikan lebih banyak manfaat bagi pengguna di Indonesia, layanan ini masih terbatas, sehingga perlu diperluas cakupannya secara signifikan.

"Namun, WiFi dan seluler saling melengkapi dan akan terus berdampingan untuk meningkatkan konektivitas. Misalnya, selalu akan ada beberapa lokasi dalam ruangan dimana Wi-Fi berfungsi lebih baik, karena sinyal seluler mungkin tidak menjangkau ke bagian dalam sejumlah gedung," tulis Hardik.

Selain itu, di pasar berkembang seperti di Indonesia dengan penetrasi fiber masih rendah, teknologi nirkabel cenderung lebih diandalkan. Kendati demikian, seiring berkembangnnya fixed network, WiFi tetap akan berguna untuk berbagi koneksi fiber cepat di banyak perangkat.

"Oleh karena itu, sejalan dengan agenda pemerintah Indonesia untuk meningkatkan transformasi digital, baik seluler maupun WiFi akan menjadi sangat penting untuk menyediakan konektivitas yang terjangkau di seluruh negeri," tutup Hardik menutup analisis ini.

3 dari 5 halaman

Opensignal: XL Gantikan Telkomsel, Paling Unggul di Pengalaman Video

Pada Juli 2022, OpenSignal sempat memaparkan, seiring perkembangan 5G, penyedia layanan memiliki kekuatan untuk memberikan pengalaman terbaik ke pengguna.

Dari analisisnya, Telkomsel memenangkan berbagai kategori dan memimpin kualitas internet di Indonesia secara keseluruhan. Telkomsel juara di kategori pengalaman kecepatan unggah, pengalaman coverage 4G, konsistensi kualitas luar biasa, dan kualitas konsisten inti.

Sementara, Tri unggul di pengalaman game dan pengalaman aplikasi suara. Pada survei kali ini, XL unggul di pengalaman video dan pengalaman kecepatan unduh. Di sisi lain, Smartfren unggul dalam ketersediaan layanan 4G.

Mengutip laporan OpenSignal Indonesia Mobile Network Experience, untuk pertama kalinya XL meraih penghargaan video experience.

"Sebanyak enam kali berturut-turut, Telkomsel terus memenangi kategori Video Experience sejak Juli 2019. Namun kini XL menduduki posisi teratas dengan skor 44,8 dalam skala 100 poin," kata OpenSignal dalam laporannya, Selasa (5/7/2022).

Untuk kecepatan video, Telkomsel berada di posisi kedua dengan 43,1 poin, Indosat 40,9 poin, Tri di 37,7 poin, dan Smartfren 26,3 poin.

Bukan hanya itu, XL juga unggul dalam pengalaman kecepatan unduh (download) dengan skor 18,7 Mbps. Kecepatan ini 15,2 persen hingga 108,1 persen lebih cepat dibandingkan pengalaman pengguna memakai operator lain.

Untuk kecepatan unduh, Telkomsel di posisi kedua dengan rata-rata 16,3 Mbps, Indosat 14,1 Mbps, Tri dengan 11,2 Mbps, dan Smartfren 9 Mbps.

Telkomsel unggul dalam kecepatan unggah (upload) dengan kecepatan rata-rata 7,7 Mbps, diikuti Indosat dengan 7,2 Mbps, XL 6,7 Mbps, Tri 5,9 Mbps, dan Smartfren 1,7 Mbps.

4 dari 5 halaman

Tri Unggul di Pengalaman Game

Masih seperti sebelumnya, Tri unggul dalam pengalaman game dengan 67 poin, disusul XL dengan 63,4 poin, Telkomsel 62,9 poin, Smartfren 62,6 poin, dan Indosat di 60,3 poin.

Dalam hal pengalaman aplikasi suara, Tri paling unggul dengan 76,5 poin, disusul Telkomsel dan Smartfren yang masing-masing mendapat 75,7 poin, lalu XL dengan 75,2 poin, dan terakhir Indosat dengan 74,4 poin.

Dalam hal pengalaman cakupan 4G, Telkomsel unggul dengan skor 8,7 poin, disusul oleh XL dengan 6,4 poin, Indosat 6,3 poin, Smartfren 5,1 poin, dan Tri 4,7 poin.

Untuk urusan ketersediaan layanan, Smartfren memimpin dengan 98,3 persen waktu. Disusul Tri dengan 97,3 persen, Telkomsel 95,3 persen, Indosat 94,8 persen, dan XL dengan 94,6 persen.

OpenSignal menjelaskan, matrik ketersediaan di sini bukan ukuran jangkauan geografis melainkan proporsi waktu seseorang memiliki koneksi jaringan di tempat yang sering dikunjungi.

"Kami mencatat, peristiwa yang paling membuat pengguna seluler jengkel adalah saat tidak ada sinyal untuk terhubung sama sekali, umumnya di dalam ruangan," kata OpenSignal. 

(Dam/Isk)

5 dari 5 halaman

Infografis Era Teknologi 5G di Indonesia (Liputan6.com/Triyasni)

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS