Sukses

XL Axiata Pastikan Kesiapan Jaringan di Libur Panjang Idul Fitri 2022

Liputan6.com, Jakarta - XL Axiata memastikan jaringannya siap menghadapi libur panjang Idul Fitri tahun ini. Ada beberapa langkah yang sudah disiapkan XL Axiata untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Idul Fitri kali ini. 

Selain peningkatan kapasitas jaringan hingga 2 kali lipat dibanding hari normal, perusahaan juga menyiapkan tim jaringan, baik di pusat monitoring Customer Experience and Service Operation Center (CESOC) di XL Axiata Tower maupun di lapangan. Mereka akan berjaga selama 24 jam sehari hingga masa liburan berakhir.

Menurut Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, persiapan lain yang dilakukan perusahaan adalah mengerahkan lebih dari 50 unit mobile BTS untuk memperkuat jaringan di sejumlah titik krusial.

"Penguatan jaringan menjadi fokus kami, mengingat potensi terjadinya lonjakan trafik melebihi hari normal terutama di sepanjang jalur transportasi utama dan area-area tujuan wisata, serta di pusat keramaian seperti terminal, stasiun, bandara, pelabuhan, pusat perbelanjaan, hingga tempat nongkrong populer," tuturnya dalam keterangan resmi, Senin (2/5/2022).

Gede menuturkan, pihaknya memperkirakan kenaikan trafik bisa mencapai 10 hingga 30 persen dibandingkan hari normal. XL Axiata sendiri memperkirakan kenaikan ini dipengaruhi oleh euforia masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman.

Terlebih, dalam dua tahun terakhir, masyarakat belum dimungkinkan mudik ke kampung halaman saat Lebaran karena pandemi. Namun, menurut Gede, beberapa ruas tol kini sudah bisa dilalui untuk mudik.

Selain itu, banyak pula muncul destinasi wisata baru dan ditambah informasi di media massa maupun media sosial seputar mudik. Faktor itu disebut akan memicu masyarakat mudik atau setidaknya ikut berlibur.

Meski Jawa masih menjadi fokus utama penguatan jaringan, XL Axiata juga memberikan perhatian pada wilayah lain di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali, dan Lombok. Ditambah, jalur transportasi darat di Sumatera telah semakin baik dengan kehadiran beberapa ruas tol baru.

Oleh sebab itu, XL Axiata meningkatkan kapasitas jaringan yang juga mencakup provinsi utama untuk memastikan kesiapan jaringan di luar Jawa. Saat ini, XL Axiata sudah melayani lebih dari 57,9 juta pelanggan yang diperkuat lebih dari 162.000 BTS dengan 77.000 di antaranya merupakan BTS 4G.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Kecepatan Internet 4G XL Axiata Bakal Naik 15 Persen Jika 3G Dihapus

Di sisi lain, XL Axiata kini tengah melakukan penghapusan 3G di berbagai daerah. XL Axiata menargetkan 3G dihapus sepenuhnya sebelum akhir 2022.

Nantinya setelah layanan 3G dimatikan, XL Axiata akan memakai spektrum frekuensi yang semula dipakai 3G untuk dimigrasikan ke layanan 4G. Hal ini diyakini akan membuat kecepatan akses data 4G XL Axiata meningkat.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata I Gede Darmayusa mengatakan, saat ini XL Axiata menggelar layanan 3G di spektrum frekuensi 1.800 MHz dengan lebar pita 5 MHz.

Nantinya jika pita selebar 5 MHz di spektrum 1.800 MHz dimigrasikan ke 4G, kecepatan data internet 4G pun meningkat.

"Kalau bisa kami mematikan 3G lebih cepat, karena begitu kami hapus 3G dan menggunakan pita selebar 5 MHz untuk LTE, kecepatan akan naik 15 persen," kata Gede, ditemui dalam Buka Puasa XL Axiata bersama Media, beberapa waktu lalu.

Gede menambahkan, dengan kenaikan kecepatan internet, pengalaman pengguna berselancar di dunia maya pun akan makin lancar.

"Kami sebenarnya memberikan pelayanan data itu jauh lebih baik pada saat memakai (spektrum) untuk LTE, apalagi kami tahu, pendapatan data terhadap total pendapatan layanan XL Axiata sebesar 93 persen," kata Gede.

Gede menjelaskan, dengan penambahan pita selebar 5 MHz untuk 4G LTE, peningkatan pengalaman 15 persen itu sebanding dengan trafik yang lebih besar. Menurutnya, dengan kecepatan internet yang lebih tinggi, pelanggan akan lebih banyak menghabiskan kuota.

3 dari 4 halaman

Meningkatkan Pendapatan Data XL Axiata

"Dulu mungkin 10 menit itu menghabiskan misalnya 100 MB. Sekarang, karena kecepatan lebih cepat, 10 menit bisa menghabiskan 150 MB. Otomatis, itu revenue bagi XL Axiata karena trafik, jadi kami ingin lebih cepat (mematikan 3G dan migrasi ke 4G)." katanya.

Berdasarkan data perusahaan, saat ini proses penghapusan 3G XL Axiata sudah mencapai 96 persen. Hanya tinggal 1.000-2.000an BTS 3G yang belum dimatikan.

Sementara dari jumlah pelanggan 3G only, kini masih ada sekitar ratusan ribu pelanggan atau kurang dari 2 persen dari total pelanggan XL Axiata.

"Itu di daerah mana, menyebar ya Jabodetabek masih banyak karena orang memakai XL 2G atau 3G itu pasti orang yang sudah berlangganan cukup lama. Jaringan kami yang sudah lama ada itu di Jabodetabek, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, juga Serang dan Pandeglang," katanya.

Gede menjelaskan tantangan XL Axiata dalam menghentikan layanan 3G. Pertama karena trafik suara di sebuah daerah begitu tinggi dan pelanggan XL Axiata di daerah tersebut belum menggunakan handset 4G. 

Selain itu menurut Gede, masih ada juga pelanggan yang menggunakan SIM card 3G dan belum berganti ke USIM 4G.

"Kalau itu kita paksa (matikan 3G), para pelanggan ini nggak akan dapat layanan," kata Gede.

4 dari 4 halaman

Tantangan XL Matikan 3G

Ia melanjutkan, tantangan lainnya adalah karena kemungkinan di sebuah lokasi, layanan 2G untuk melayani panggilan telepon masih belum cukup.

"Voice itu kan di 2G dan 3G, pada 2006 kami menggulirkan 3G secara besar-besaran sementara 2G (di area) selektif. Begitu sekarang 2G masih bertahan dan 3G dimatikan, kami harus mengkompensasi trafik panggilan ke layanan 2G dulu," kata Gede.

Lagi-lagi dia menyebut, XL Axiata tidak bisa memaksa pelanggan dalam waktu singkat untuk membeli ponsel 4G dan mematikan layanan 3G. Karena di lapangan, pelanggan datang ke gerai XL untuk berganti ke USIM itu juga sulit.

"Ada pelanggan yang berpikir 'ngapain saya ganti, kan hanya pakai untuk telepon saja'. Kami tidak ingin kehilangan subscribers, terutama subscribers layanan panggilan karena ARPU (average revenue per user)-nya besar," ujar Gede, memberikan penjelasan. 

Ia mencontohkan, dibandingkan ARPU pelanggan data yang mungkin cukup dengan pulsa Rp 50 ribu untuk mengakses internet selama satu bulan, ARPU voice untuk menelepon terus menerus, dalam sebulan bisa menghabiskan Rp 100-200 ribu.

"Kami tidak ingin kehilangan pelanggan seperti ini, pengguna layanan 3G adalah customer lama yang loyal, makanya kami gunakan pendekatan yang pelan-pelan," tuturnya.

Gede juga menjelaskan, dalam proses mematikan 3G ini, semua tim XL Axiata bergerak. Bukan hanya tim jaringan tetapi juga tim marketing, untuk memastikan pelanggan secara alami beralih ke layanan 4G.

(Dam/Ysl)