Sukses

Kembangkan Teknologi Mobile Imaging, Vivo Resmikan Pusat Riset di Tokyo

Liputan6.com, Jakarta - Vivo mengumumkan bahwa beberapa waktu lalu mereka meresmikan Research & Development (R&D) Center di Tokyo, Jepang. Pusat pengembangan ini dikepalai oleh Mr. Masazumi, Chief Expert of Vivo Tokyo R&D Center.

Edy Kusuma, Senior Brand Director PT Vivo Mobile Indonesia mengatakan, langkah inovasi yang mereka lakukan selalu berfokus pada apa yang dibutuhkan konsumen secara global.

Dalam siaran persnya, dikutip Sabtu (5/2/2022), Edy mengatakan kehadiran Vivo Tokyo R&D Center merupakan perwujudan dari komitmen mereka untuk terus menciptakan berbagai terobosan baru di bidang teknologi imaging dan menghadirkan produk inovatif.

Pendirian R&D Center di Tokyo merupakan salah satu manifestrasi strategi global R&D global Vivo. Di 2017, perusahaan mengusulkan agar penelitian teknologinya tidak lagi fokus di satu aspek saja, namun juga pada inovasi smartphone secara keseluruhan.

Demi mencapai ini, Vivo pun memiliki 10 pusat R&D di Shenzhen, Dongguan, Nanjing, Beijing, Shanghai, Hangzhou, Xi'an, Taipei, San Diego, dan Tokyo.

Pusat-pusat pengembangan ini dikhususkan untuk pengembangan dan layanan teknologi mutakhir, termasuk 5G, kecerdasan buatan (AI), desain industri, sistem pencitraan, serta rangkaian teknologi baru lainnya.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Latar Belakang Industri Jepang

R&D Center di Tokyo sendiri didirikan tahun 2019 dan menjadi sarana pra-penelitian serta pengembangan teknologi yang bakal diterapkan dalam dua tahun ke depan.

Vivo Tokyo R&D Center turut berkontribusi menghasilkan penemuan baru dalam teknologi imaging. Masazumi mengatakan, latar belakang industri Jepang sangat mendukung untuk pengembangan pusat penelitian Vivo di Tokyo.

Menurutnya, negara itu punya sejarah lebih dari 100 tahun dalam pengembangan teknologi mobile imaging dan sudah mengalami transisi yang besar mulai dari film, digital imaging, lensa, hingga perangkat sensor.

"Kami percaya bahwa teknologi kamera smartphone dapat dikembangkan dengan adanya landasan yang kuat dan matang di industri imaging," kata Masazumi.

"Dan adanya pusat R&D di Tokyo, akan semakin mempercepat upaya penelitian serta pengembangan teknologi yang kami lakukan," imbuhnya.

3 dari 4 halaman

Riset Mobile Imaging

Masazumi mengungkapkan, upaya riset vivo dalami mobile imaging juga sempat menemukan berbagai tantangan dalam prosesnya, terlebih karena Jepang dan Tiongkok masing-masing memiliki standar spesifikasi hardware yang berbeda.

Maka dari itu, Vivo pun merekomendasikan pemanfaatan sumber daya lokal khusus untuk upaya penelitian dan pengembangan teknologi mobile imaging-nya.

"Dengan banyaknya pemasok, produsen, mitra serta universitas yang telah berkolaborasi sangat baik, kami dapat memanfaatkan sumber daya lokal berkualitas tinggi secara jauh lebih baik lagi," kata Masazumi.

Saat ini Vivo Tokyo R&D Center telah berkembang jauh lebih pesat.

Usai berpindah dari Shimbashi ke Gochome - Chuo-ku di pusat Tokyo, fokus dari vivo Tokyo R&D Center telah berkembang secara bertahap mulai dari mobile phone imaging hingga area fokus yang lebih spesifik lagi yaitu kamera mobil, kamera olahraga, serta kamera industri.

(Dio/Ysl)

4 dari 4 halaman

Infografis Fakta-Fakta Menarik tentang Fashion

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.