Sukses

Alphabet Pekerjakan Robot untuk Bersih-Bersih di Kantor Google

Liputan6.com, Jakarta - Perusahaan induk Google, Alphabet, mengungkap telah mengeluarkan beberapa prototipe robot buatannya untuk melakukan pekerjaan bersih-bersih di lingkungan kantor Google.

Prototipe robot itu sendiri merupakan buatan Everyday Robots Project, tim di laboratorium X Alphabet, yang didedikasikan untuk menciptakan "robot pembelajaran serba guna".

Dilansir The Verge, ditulis Selasa (30/11/2021), robot-robot itu kabarnya telah dibawa keluar dari laboratorium ke kampus-kampus Bay Area milik Google, untuk melakukan beberapa pekerjaan ringan.

"Kami sekarang mengoperasikan armada lebih dari 100 prototipe robot yang secara mandiri melakukan berbagai tugas berguna di sekitar kantor kami," kata Hans Peter Brøndmo, Chief Robot Officer di Everyday Robot.

Brøndmo mengatakan robot yang sama dengan penyortir sampah, sekarang juga bisa dilengkapi dengan alat pembersih debu untuk membersihkan meja.

Mereka pun juga bisa menggunakan pegangan yang sama dengan yang dipakai untuk memegang cangkir, untuk belajar membuka pintu.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 4 halaman

Melatih Robot

Mengutip PCMag, tujuan dari peluncuran ini adalah untuk membuat robot yang bisa belajar, sehingga mereka tidak perlu diprogram berulang kali untuk suatu tugas dalam kondisi tertentu.

Untuk melakukan ini, tim mengandalkan algoritma pembelajaran mesin, yang dapat melibatkan pelatihan robot, untuk mencapai tujuan yang diinginkan melalui simulasi trial and error.

Mesin-mesin buatan Everyday Robots ini akan dilatih menyeka meja dalam simulasi 3D, sebelum berlatih dengan dunia nyata.

Menurut Brøndmo, pendekatan ini bisa secara drastis mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk melatih robot.

Ia mengungkapkan, pada 2016, saat mereka bekerja tanpa simulasi dan menggunakan konfigurasi laboratorium kecil dari robot industri, mereka mencoba melatihnya untuk belajar cara memegang benda-benda kecil.

"Dibutuhkan waktu yang setara dengan empat bulan bagi satu robot untuk mempelajari cara melakukan genggaman sederhana dengan tingkat keberhasilan 75 persen," katanya.

3 dari 4 halaman

Melakukan Tugas yang Kompleks

"Hari ini, satu robot belajar bagaimana melakukan tugas yang kompleks seperti membuka pintu dengan tingkat keberhasilan 90 persen dengan kurang dari satu hari pembelajaran di dunia nyata," kata Brøndmo.

Brøndmo juga secara antusias mengumumkan, tim menunjukkan mereka bisa membangun algoritma dan pembelajaran mulai dari membuka pintu, dan mengaplikasikannya ke tugas baru yaitu merapikan kursi di kafe.

Dia pun mengatakan, selama beberapa bulan mendatang, karyawan Google di Mountain View akan bisa melihat prototipe mereka bekerja membersihkan meja usai makan.

"Atau membuka pintu ruang rapat untuk memeriksa apakah ruangan perlu dirapikan atau ada kursi yang hilang," ujarnya.

Tim pun berharap ke depannya akan memperluas jenis tugas yang bisa mereka lakukan, serta tempat mereka beroperasi. "Dan kami berharap bisa membagikan pembaruan dari perjalanan kami selama beberapa bulan dan tahun mendatang," kata Brøndo menambahkan.

(Dio/Isk)

4 dari 4 halaman

Infografis 9 Pertimbangan untuk WFO Saat Kasus Covid-19 Melandai

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.