Sukses

Top 3 Tekno: Malware Jahat di Aplikasi Squid Game hingga Pre-order iPhone 13 di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Ada aplikasi bertema Squid Game tak resmi memasang malware berbahaya ke ponsel pengguna. Berita ini menjadi yang terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com, Rabu (27/10/2021) kemarin.

Informasi lain yang juga populer datang dari pre-order iPhone 13 yang dimulai pada 12 November 2021 di Indonesia.

Lebih lengkapnya, simak tiga berita terpopuler di kanal Tekno Liputan6.com berikut ini.

1. Awas, Ada Malware Mengintai di Balik Aplikasi Squid Game Tak Resmi

Serial Netflix asal Korea Selatan, Squid Game, menjadi bahan perbincangan di dunia. Namun, ada beberapa pihak yang memanfaatkan popularitasnya untuk tujuan yang buruk.

Seperti diungkap oleh Lukas Stefanko, peneliti malware di perusahaan keamanan ESET, mengungkap adanya ancaman keamanan siber dari beberapa aplikasi bertema Squid Game.

"Seperti peluang besar untuk menghasilkan uang dari iklan dalam aplikasi dari salah satu acara TV paling populer tanpa game resmi," cuit Stefanko di akun Twitter-nya, seperti dilansir New York Post.

Baca selengkapnya di sini 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

2. Pre-order iPhone 13 Mulai 12 November 2021 di Indonesia

Kepastian mengenai tanggal kehadiran iPhone 13 di Indonesia mulai jelas. Seri iPhone 13 ini bisa dipesan mulai tanggal 12 November 2021.

Informasi ini berdasarkan unggahan di akun Instagram resmi Digimap Indonesia (@digimap_id). Digimap merupakan salah satu distributor Apple resmi di Indonesia, di bawah PT Mitra Adi Perkasa.

Dalam unggahannya, Digimap menyebut, empat model iPhone 13 bakal hadir di Tanah Air, yakni iPhone 13 Mini, iPhone 13, iPhone 13 Pro, dan iPhone 13 Pro Max.

Baca selengkapnya di sini 

 

3 dari 4 halaman

3. Kenang CEO Gojek Saat Masih Pakai Call Center

Berdiri sejak 11 tahun yang lalu, Gojek mengungkapkan hingga saat ini aplikasi mereka sudah diunduh hingga 190 juta kali.

Dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10/2021), CEO dan Co-Founder Gojek, Kevin Aluwi, mengenang masa lalu saat Gojek masih beroperasi menggunakan call center untuk memesan layanannya.

"Awal-awal Gojek itu belum ada aplikasinya, di mana konsumen kita harus menelepon ke call center, kadang-kadang dapat, kadang-kadang tidak," kata Kevin.

Menurut Kevin, saat itu mereka telah melihat "potensi dan semangat yang sampai sekarang masih ada di Gojek untuk menjadi suatu perusahaan jauh lebih besar."

Baca selengkapnya di sini

4 dari 4 halaman

INFOGRAFIS: Deretan Prestasi Mendunia Artis Korea