Sukses

BAKTI Tandatangani Proyek Pengadaan BTS 4G untuk Daerah 3T Senilai Rp 7,5 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Badan Aksesibilitas Telekomunikasi Indonesia (BAKTI) Kemkominfo hari ini menandatangani MoU pengadaan BTS 4G untuk daerah 3T. Nilai proyek ini adalah Rp 7,5 triliun atau setara USD 500 juta.

Dikatakan oleh Direktur BAKTI Anang Latif, pengadaan menara BTS 4G ini telah diinisiasi sejak tahun 2020. Saat ini, yang ditandatangani pertama adalah kontrak payung pengerjaan dua paket, yakni paket 1 dan 2.

"Dari total ada lima paket, dan yang pertama adalah pengerjaan untuk dua paket, yakni paket 1 dan paket 2," kata Anang Latif dalam acara pendatanganan kontrak payung pengadaan BTS 4G untuk daerah 3T yang ditayangkan secara livestreaming melalui Kemkominfo TV, Jumat (29/1/2021).

Anang mengatakan, penyediaan infrastruktur BTS 4G untuk kedua paket, yakni paket 1 dan 2, akan dilakukan oleh konsorsium yang terdiri dari Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data.

Pengerjaan pengadaan BTS 4G untuk paket 1 dan 2 akan meliputi wilayah Sumatera, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Bali, Kalimantan, Sulawesi, Maluku Utara, dan Maluku atau disebut wilayah non-Papua.

BTS 4G yang disediakan oleh konsorsium Fiberhome, Telkom Infra, dan Multitrans Data akan menjangkau lebih dari 2.700 desa dan kelurahan di pulau-pulau di atas.

2 dari 3 halaman

Ditargetkan selesai pada 2022

Sementara itu, Menkominfo Johnny G Plate mengatakan, saat ini masih ada 12.548 desa atau kelurahan yang belum terjangkau oleh jaringan 4G. Ia menargetkan, desa-desa ini bisa dijangkau oleh jaringan 4G di tahun anggaran 2021-2022.

"Ketersediaan jaringan 4G amat penting untuk layanan internet dan telekomunikasi yang baik. Oleh karenanya, Kemkominfo mengupayakan penyediaan infrastruktur selesai di 2022," kata Johnny.

Bicara mengenai investasi, proyek senilai Rp 7,5 triliun ini, Johnny mengatakan proyek ini menggunakan dana dari USO (universal service obligation), APBN, dan PNBP (Pendapatan Nasional Bukan Pajak) sektor Kominfo.

Kemkominfo sendiri, menurut Johnny, menganggarkan dana senilai USD 7,5 miliar atau Rp 108 triliun hingga 2024 untuk belanja Kemkominfo, untuk mengadakan infrastruktur pendukung konektivitas dan kegiatan lainnya.

Johnny juga berharap, dengan penandatanganan kontrak payung BTS 4G ini, aktivitas pengerjaan fisik di lapangan bakal segera dimulai dengan tetap menerapkan protokol kesehataan saat pandemi Covid-19.

Kemkominfo menargetkan pembangunan infrastruktur BTS 4G untuk paket 1 dan 2 ini bisa selesai pada akhir 2022.

3 dari 3 halaman

Siapkan tender pengadaan BTS 4G wilayah Papua

Dalam waktu dekat, menurut Johnny, Kemkominfo juga akan kembali mengadakan infrastruktur BTS 4G untuk wilayah Papua meliputi paket 3, 4, dan 5.

"Paket 3, 4, dan 5 yaitu untuk wilayah Papua sedang pelelangan, diharapkan pada bulan Februari 2021 penandatanganan kontrak bisa dilakukan. Namun ini tergantung pada proses negosiasi yang dilakukan," ujar Johnny.

Anang Latif menambahkan, penandatanganan kontrak pengadaan BTS 4G untuk paket 3, 4, dan 5 akan dilakukan menyusul karena wilayah yang akan digarap adalah Papua.

"Papua memiliki kontur berbeda dengan paket lainnya, oleh karena itu perlu detail rencana jaringan yang match dengan wilayah desa yang digarap," tutur Anang.

Kemkominfo sendiri memiliki pekerjaan rumah untuk membangun infrastruktur internet di 12.548 desa atau kelurahan. Agar pengerjaannya bisa dikebut, Kemkominfo meminta kepada operator seluler untuk mengerjakan infrastruktur internet 4G di 3.435 desa.

Melalui BAKTI, Kemkominfo sudah menghadirkan akses internet di 1.209 desa. Dengan begitu sisanya adalah 7.904 desa yang rencananya akan dikerjakan dalam lima paket, seperti disebutkan di atas.

(Tin/Why)

BERANI BERUBAH: Dodol Perekat Korban PHK