Sukses

Twitter Akhirnya Bekukan Akun Donald Trump secara Permanen

Liputan6.com, Jakarta - Twitter akhirnya membekukan akun Donald Trump secara permanen setelah melakukan peninjauan terhadap twit-twit yang diterbitkan di akun @realDonaldTrump.

"Kami telah menangguhkan akun Donald Trump secara permanen karena risiko hasutan lebih lanjut untuk melakukan kekerasan," tutur perusahaan lewat akun Twitter Safety (@TwitterSafety), Sabtu (9/1/2021) pukul 6.21 WIB.

Dalam konteks peristiwa yang berlangsung pekan ini, perusahaan sebelumnya telah menegaskan pada hari Rabu (7/1/2021) bahwa pelanggaran tambahan terhadap Peraturan Twitter berpotensi mengakibatkan tindakan pembekuan permanen.

"Kerangka kerja kepentingan publik kami ada untuk memungkinkan publik mendengar dari pejabat terpilih dan pemimpin dunia secara langsung. Itu dibangun di atas prinsip bahwa rakyat memiliki hak untuk meminta pertanggungjawaban di tempat terbuka," kata Twitter.

Menurut Twitter, akun-akun pejabat terpilih dan pemimpin dunia, yang termasuk akun Donald Trump, tetap harus digunakan sesuai dengan peraturan perusahaan dan tidak dapat dimanfaatkan Twitter untuk menghasut kekerasan.

"Kami akan terus bersikap transparan seputar kebijakan kami dan penegakannya," ujar Twitter.

2 dari 3 halaman

Teguran Twitter sebelumnya

Sebelumnya Twitter telah mengambil beberapa tindakan terkait akun Presiden AS Donald Trump.

"Kami meminta @realDonaldTrump untuk menghapus tiga twit yang telah dituliskan pada hari ini, yang melanggar kebijakan Integritas Sipil," kata perusahaan lewat akun Twitter Safety (@TwitterSafety).

Karena pelanggaran berulang itu, menurut perusahaan, akun Donald Trump akan dikunci untuk 12 jam ke depan.

"Jika ketiga twit itu tidak dihapus, akun tersebut akan tetap dikunci," tutur Twitter Safety.

Selain itu, perusahaan juga menegaskan bahwa pelanggaran kebijakan perusahaan di masa depan, yang termasuk kebijakan Integritas Sipil dan kebijakan tentang Ancaman Kekerasan, "akan berujung pada pembekuan akun Donald Trump secara permanen."

 

3 dari 3 halaman

Pantau situasi secara real-time

Di akhir utas penjelasan masalah ini, perusahaan menyebut akan terus mengevaluasi situasi secara real-time, termasuk memeriksa aktivitas di lapangan dan pernyataan yang dibuat di Twitter.

"Kami akan terus memberi informasi kepada publik, termasuk jika eskalasi lebih lanjut dalam pendekatan penegakan hukum kami diperlukan," kata perusahaan.

Selain itu, pada dua twit terakhir Donald Trump saat ini, perusahaan menuliskan keterangan yang berbunyi, "Twit ini tidak lagi tersedia karena melanggar peraturan perusahaan."

BERANI BERUBAH: Reinkarnasi Ala Event Organizer