Sukses

Peneliti Temukan Bug Berbahaya di Firefox, Bisa Bajak Perangkat Korban

Liputan6.com, Jakarta - Baru-baru ini, Chris Moberly, peneliti keamanan Australia mendapati sebuah bug di browser Mozilla.

Chris menjelaskan, bug di Mozilla ini dapat disalahgunakan pelaku kejahatan untuk membajak semua browser Firefox versi Android di jaringan Wi-Fi yang sama.

Pelaku juga dapat memaksa pengguna untuk mengakses berbagai situs berbahaya, seperti laman web yang digunakan untuk aksi phishing, sebagaimana dikutip dari ZDnet, Minggu (20/9/2020).

Chris sendiri sudah melaporkan temuan bug di Firefox ini langsung ke Mozilla pada musim panas tahun ini.

Mozilla pun sudah memperbaiki bug itu lewat pembaruan Firefox 79, walau dikhawatirkan masih ada pengguna yang belum meng-update aplikasi tersebut di perangkat Android mereka.

Perusahaan mengatakan, pengguna Android yang memakai browser Firefox di perangkatnya untuk dapat segera melakukan update ke versi terkini.

 

2 dari 3 halaman

Penjelasan Bila Bug Ini Disalahgunakan

Laman utama Mozilla Firefox

Lebih lanjut, Chris sedikit menjelaskan skenario saat penjahat siber menyalahgunakan bug di browser Mozilla ini.

Ia mencontohkan, hacker dapat berkunjung ke bandara atau mal, tersambung dengan jaringan Wi-Fi, dan menyebarkan spam ke jaringan internet lewat laptop pelaku.

Tanpa diketahui oleh pemilik Android yang memakai browser Firefox, serangan tersebut dapat membajak peramban dan membawa mereka ke situs berbahaya.

Lebih lagi, pelaku dapat memaksa korbannya untuk memasang atau meng-install extensi Firefox yang berbahaya.

3 dari 3 halaman

Mozilla Boyong Fitur Baru ke Firefox VersiAndroid

Ilustrasi Mozilla Firefox. (Dok. Mozilla)

Mozilla baru saja mengumumkan perubahan maupun fitur baru untuk aplikasi Firefox di Android. Adapun deretan fitur baru ini sebelumnya hadir untuk Firefox versi desktop, dan kini sudah tersedia untuk versi Android.

Dikutip dari Engadget, Rabu (26/8/2020), salah satu perubahan yang paling terlihat adalah posisi URL bar kini berada di bagian bawah layar.

Menurut Mozilla, perubahan ini dilakukan untuk mengakomodasi kemudahan penggunaan sebab layar smartphone yang kini makin besar.

(Ysl/Isk)