Sukses

KOCO Paper & KOCO Schools Siap Bersaing di Pasar Edtech di Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Belajar di rumah menjadi solusi di dunia pendidikan untuk saat ini, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Namun, peralihan pembelajaran dari ruang kelas ke ruangan virtual membuat masalah baru baik bagi siswa maupun guru.

Kadang kala dalam beberapa kasus salah satu kedua belah pihak merasakan proses pembelajaran secara daring ini rumit. Berkaca dari masalah ini, KocoPaper dan KocoSchools memasuki pasar edtech (teknologi pendidikan) di Indonesia.

Sebagai Digital Assignment Platform yang berhasil meluncurkan produk ini di Asia pada tahun 2020, KOCO mendaku sebagai produk inovatif. Bahkan, mereka telah mendapatkan pendanaan dari Enterprise Singapore dan Amazon Edtech.

Ditujukan untuk membantu proses pengerjaan tugas antara guru dan murid secara lebih sederhana, KOCO Paper dapat membantu guru mengurangi penggunaan kertas dan memproses pengerjaan tugas secara digital ke banyak siswa sekaligus.

Dalam hal ini KOCO berperan sebagai platform untuk menggabungkan dan memantau pengerjaan PR dengan fitur spesial, yaitu editor (anotasi), yang langsung dapat digunakan oleh siswa untuk menyelesaikan tugas dan oleh guru untuk memeriksa dan memantau tugas-tugas yang siswa kerjakan.

Founder dari KOCO Paper, Lenie Chow, mengaku ingin mendedikasikan peluncuran KOCO Paper untuk menunjang kegiatan belajar dari rumah yang dialami sendiri oleh dia dan sang anak.

"Saya mendedikasikan peluncuran KOCO Paper untuk anak saya Saya melihat kesulitan yang anak saya hadapi di kegiatan Home Based Learning yang kini terjadi," tutur Lenie dalam keterangan tertulis.

Sebagai seseorang yang pengetahuan teknologinya terbatas, kata Lenie, dia termovitasi untuk meluncurkan KOCO Paper untuk menyederhanakan proses pembelajaran.

2 dari 2 halaman

Kemitraan dengan Penerbit

Selain itu, KOCO juga menjalin kemitraan eksklusif dengan penerbit Singapore Asia Publisher (SAP). Berkat kemitraan ini, KOCO memiliki fitur eBook sebagai sumber pengajaran bagi guru dan siswa yang terintegrasi dalam satu tempat di KOCO Schools dan KOCO Paper.

Lenie ini juga menekankan bahwa visi KOCO ramah lingkungan karena platform ini dapat mengurangi penggunaan kertas untuk mengerjakan tugas dan mencetak materi pelajaran, serta mengurangi pemakaian buku fisik oleh guru dan tutor.

Di Indonesia, KOCO beroperasi di bawah naungan PT PMA Kocopaper Indonesia.

"KOCO Paper dan KOCO School dapat membantu para guru dan murid di waktu pandemi ini. Sekaligus mendukung inisiatif pemerintah untuk mendigitalisasi sekolah-sekolah di Indonesia," ujar Faizal Abdullah, Managing Director PT PMA Kocopaper Indonesia.

Faizal mengaku gembira karena berkesempatan untuk bergabung dengan. Dia meyakini bahwa tekad yang kuat, tim yang solid, dan komunikasi yang konsisten akan semakin menguatkan nilai dan kontribusi KOCO terhadap Pendidikan Indonesia agar menjadi lebih baik lagi.