Sukses

Libatkan Guru, Google Buat Kategori Baru Aplikasi Ramah Anak di Play Store

Liputan6.com, Jakarta - Google baru saja mengumumkan kehadiran kategori baru di Play Store. Kategori baru ini ditujukan untuk menampung aplikasi-aplikasi ramah anak dan bersifat edukasi.

Dikutip dari Tech Crunch, Jumat (17/4/2020), kategori anyar ini diberi nama 'Teacher Approved'. Sesuai namanya, Google melibatkan guru untuk mengulas aplikasi-aplikasi yang masuk dalam kategori ini.

Tidak hanya melibatkan para guru, aplikasi dalam kategori ini juga sebelumnya sudah memenuhi persyaratan dari program 'Designed for Families'. Adapun program itu berisi syarat sebuah aplikasi ramah untuk anak dan dapat digunakan keluarga.

Beberapa syarat tersebut adalah memenuhi regulasi pemerintah soal pengumumpulan data termasuk ad targeting. Selain itu aplikasi yang memiliki iklan, diwajibkan untuk membatasi tipe iklan yang dapat ditampilkan ke pengguna anak-anak.

Keputusan Google merilis kategori ini di Play Store disebut tidak lepas dari kondisi siswa di tengah pandemi Covid-19 sekarang. Seperti diketahui, saat ini sekolah banyak yang meliburkan siswanya dan menyarankan untuk belajar dari rumah.

Di sisi lain, perusahaan mengatakan banyak keluhan dari para orang tua yang kesulitan mencari dan menentukan aplikasi ramah anak. Untuk itu, Google menjawabnya dengan kategori 'Teacher Approved' ini.

Google mengatakan sudah ada sekitar 1.000 aplikasi yang masuk kategori 'Teacher Approved' di Play Store dan akan bertambah seiring waktu.

Untuk sekarang, kategori ini baru meluncur di Amerika Serikat dan dalam beberapa bulan ke depan akan dihadirkan untuk pengguna global.

2 dari 3 halaman

Fitur Dark Mode di Play Store Kini Hadir untuk Semua Perangkat Android

Terlepas dari kategori baru, fitur Dark Mode akhirnya menyambangi Google Play Store dan dapat diterapkan di seluruh perangkat Android. Pengumuman ini diketahui dari akun Twitter Google Play Store beberapa waktu lalu.

"Dark Theme di Google Play sekarang sudah tersedia di perangkat Android mana pun," kicau akun @GooglePlay. Dengan kehadiran fitur ini, pengguna Android dapat mengganti tema dari pengaturan yang ada di toko aplikasi tersebut.

Dikutip dari Slash Gear, Jumat (13/3/2020), fitur Dark Mode ini dapat diakses lewat menu Settings di Play Store. Setelah itu, pengguna tinggal membuka menu Theme dan menentukan tema yang ingin dipilih.

Ada tiga pilihan yang disediakan Google, yakni Light, Dark, dan System Default. Sesuai namanya, untuk mode System Default, tampilan Play Store akan secara otomatis menyesuaikan dengan pengaturan di sistem perangkat.

Kehadiran fitur Dark Mode di Play Store ini memang sudah diketahui sejak tahun lalu, bersamaan dengan bergulirnya pembaruan Android 10. 

Lalu, kehadiran Dark Mode kembali terdengar awal Maret 2020, sebelum akhirnya benar-benar rilis. Fitur ini disebut rilis secara bertahap, sehingga ada kemungkinan belum seluruh perangkat Android dapat menjajalnya.

3 dari 3 halaman

Dark Mode Mendarat di Google Translate

Sebelumnya, Google Translate juga sudah mendukung mode tersebut lebih dulu.

Mengutip 9to5Google, Sabtu (8/2/2020) Dark Mode mendarat di aplikasi Google Translate versi 6.5.

Hal itu merujuk pada laporan pengguna di Polandia yang mendapati mode tersebut pada aplikasi terjemahan itu.

Diduga kuat pembaruan ini bersifat server-side, sehingga baru pengguna di lokasi tertentu yang mendapati Dark Mode di aplikasi Google Translate mereka.

Dark mode menjadi salah satu fitur yang banyak digulirkan oleh pengembang belakangan ini. Ketika fitur ini aktif, tampilan antarmuka suatu perangkat lunak akan berubah menjadi gelap.

Salah satu kelebihan dark mode adalah tampilannya ramah bagi mata, terutama ketika pengguna menggunakan suatu perangkat lunak pada malam hari. Fitur ini mampu mengurangi emisi cahaya yang terpancar dari layar.3 dari 3 halaman

(Dam/Ysl)