Sukses

Call of Duty Mobile Kedatangan Mode Anyar

Liputan6.com, Jakarta - Call of Duty Mobile (CoD) kedatangan deretan fitur dan mode anyar. Selain itu, gim CoD Mobile juga kehadiran karakter baru yang dapat dimainkan.

Dikutip dari Game Spot, Senin (2/3/2020), karakter anyar yang hadir dalam gim ini adalah John 'Soap' MacTavish. Karakter ini dapat diperoleh dengan battle pass baru yang diberi nama 'Rise of Soap'.

Selain itu, ada pula scorestreak baru yang diberi nama H.I.V.E. Senjata ini dapat digunakan pemain untuk menembakkan ranjau jarak dekat yang saat dipicu dapat melepaskan sekelompok drone nano dan dapat membunuh musuh.

"Musim baru CoD Mobile sudah dimulai! Battle Pas baru, objektif baru dan tentu saja senjata baru," tulis akun @PlayCODMobile. Ada pula peta multiplayer anyar yang diberi nama Cage dan sudah tersedia di seluruh mode rank.

Peta ini menarik ini sebab menjadi yang pertama dikembangkan khusus untuk gim versi mobile. Adapun peta yang sudah ada saat ini di CoD Mobile diambil dari versi PC dan konsol.

Musim baru ini turut menghadirkan pembaruan untuk mode zombie dengan area baru yang diberi nama 'Night of the Undead'. Area baru ini menjanjikan tantangan yang lebih menarik untuk para pemain.

Pembaruan ini kini sudah dapat diunduh di Play Store dan App Store. Sebagai tambahan, pemain yang masuk CoD Mobile pada 1 Maret akan menerima hadiah khusus, seperti senjata tambahan.

2 dari 3 halaman

8 Tim Siap Bertarung Wakili Indonesia di Turnamen Internasional CoD: Mobile

Sebelumnya, Garena Indonesia melalui gim Call of Duty (CoD): Mobile akan menggelar Grand Final untuk mencari juara mewakili Indonesia di turnamen internasional CoD: Mobile.

Dikutip dari keterangan resminya pada Senin (24/2/2020), babak Grand Final akan digelar pada 7 maret 2020 di Mall Taman Anggrek. Ada delapan tim yang berhasil lolos ke babak tersebut, berikut rinciannya:

1. Bigetron Duty

2. DG Esports

3. Siren Esports

4. NXL VDC

5. Fourzerozone (40Z)

6. GGWP ID Sutomo

7. RRQ Endeavour

8. RIMO

Sebelumnya, para peserta sudah menjalani babak kualifikasi dari Garena CoD: Mobile Major Series Season 2 sejak Januari lalu. Terdapat dua jenis kualifikasi yang diselenggarakan, yakni offline dan online.

Kualifikasi offline diselenggarakan di delapan wilayah di seluruh Indonesia, dengan animo terbesar datang dari Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta.

Sementara kualifikasi online memberikan kesempatan bagi lebih dari 800 tim untuk bersaing memperebutkan tempat di babak selanjutnya.

Setelah babak kualifikasi selesai diselenggarakan, Garena Call of Duty: Mobile Major Series Season 2 dilanjutkan dengan babak Playoff yang diikuti oleh 16 tim. Dari babak ini, terpilih delapan tim teratas berdasarkan poin yang mereka peroleh untuk bertanding di Grand Final.

3 dari 3 halaman

Tahap Selanjutnya

Delapan tim finalis yang disebutkan di atas akan bertanding di Mall Taman Anggrek pada 7 Maret 2020 untuk menentukan yang layak menjadi juara 1 di turnamen Garena Call of Duty: Mobile Major Series Season 2.

Pada Grand Final nanti, mereka akan bertanding di panggung utama dengan sistem BO3 (Best of Three) dan Double Elimination yang menerapkan sistem upper bracket dan lower bracket.

Mekanisme dari sistem ini ialah bagi tim yang kalah di upper bracket akan masuk di lower bracket untuk nantinya dapat berjuang dan berkesempatan kembali memasuki upper bracket.

Turnamen yang disponsori oleh Sukro dan Halls XS ini menyediakan total hadiah sebesar Rp 460 juta untuk tim esports yang berhasil menjadi finalis.

Tidak hanya mendapatkan uang hadiah, dua tim terbaik akan menjadi perwakilan tim Indonesia di turnamen regional hingga internasional dari Garena Call of Duty: Mobile selanjutnya.

"Ke depan, Garena akan membuka pintu untuk melangsungkan season-season berikutnya dari Garena Call of Duty: Mobile Major Series dalam memberikan akses yang lebih luas bagi tim-tim esports di Indonesia untuk meningkatkan kemampuannya dan mampu bersaing hingga ke level internasional," ungkap Produser Garena Call of Duty: Mobile, Edmundo Swidoyono.

"Kami berharap turnamen ini tidak hanya menjadi kompetisi yang menjunjung tinggi sportivitas, tapi juga menjadi wadah pembentukan komunitas esports yang solid demi kemajuan ekosistem secara berkelanjutan," sambungnya.

(Dam/Why)