Sukses

Paket Ponsel Bakal Tingkatkan Jumlah Pengguna Netflix di Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Netflix resmi merilis paket berlangganan khusus perangkat mobile (Paket Ponsel) di Indonesia dengan harga Rp 49 ribu per bulan.

Paket ini melengkapi paket berlangganan yang sudah ada sebelumnya yakni paket Basic (Rp 109 ribu), Standard (Rp 139 ribu), dan Premium (Rp 169 ribu).

Kehadiran Paket Ponsel di Indonesia seiring dengan kebiasaan masyarakat di Tanah Air dalam mengakses internet yang sebagian besar dilakukan dengan perangkat mobile.

Namun, apakah kehadiran Paket Ponsel bakal mendongkrak jumlah pelanggan Netflix di Tanah Air?

Communication Manager Netflix, Kooswardini Wulandari mengatakan, kehadiran Paket Ponsel akan membuat lebih banyak pengguna internet di Indonesia tahu tentang Netflix.

"Karena permasalahan utamanya adalah bagaimana mengubah kebiasaan orang, dari yang biasanya menonton TV atau DVD menjadi streaming. Jadi, di Indonesia Netflix ingin memperkenalkan kebiasaan nonton streaming konten on demand," tutur Kooswardini di Jakarta, Selasa (10/12/2019).

Tujuan lainnya adalah untuk membuat orang tetap dan terus berlangganan Netflix.

"Kami ingin membuat orang stay dan terus berlangganan Netflix, karena di Netflix tidak ada iklan, semuanya dibiayai oleh biaya langganan, oleh karenanya kami membuat konten original," ujar dia.

2 dari 4 halaman

Potensi Indonesia

Netflix sendiri tidak menyebut jumlah penggunanya di Indonesia. Namun secara global, jumlah pelanggan Netflix ada 158 juta 190 negara di dunia.

Sementara itu menurut data Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), pengakses internet di Indonesia jumlahnya 170 juta jiwa. Bisa dibilang, masih ada cukup ruang bagi Netflix untuk berkembang di Indonesia.

"Pertumbuhannya sangat pesat terutama untuk di Indonesia. Hal ini bisa dilihat dari channel media sosial kita, banyak orang yang mengikuti rekomendasi. Terus judul-judul serial original seperti Stranger Things dan Vagabound itu trending," tuturnya.

Oleh karenanya, Kooswardini menyebut, tantangan Netflix di Indonesia adalah bagaimana membuat pengguna tetap mau berlangganan Netflix.

3 dari 4 halaman

Terus Tambah Konten Indonesia

Kooswardini menyebut, pihak Netflix terus menambah konten-konten Indonesia.

Saat ini bukan konten original yang banyak dibuat, melainkan akuisisi film atau konten milik pihak lain.

"Kami ingin menambah konten-konten Indonesia, meski belum ada konten original, kami lakukan dengan akuisisi. Makanya sekarang sedang aktif berbicara dengan berbagai partner, hasilnya banyak tambahan film lokal baru seperti Ngenest dan Koala Kumal," tutur Kooswardini.

4 dari 4 halaman

Persaingan Itu Bagus

Kooswardini mengatakan, saat ini fokus Netflix adalah pada pengguna. Oleh karenanya, ia menyebut bahwa persaingan adalah hal yang baik bagi pengguna.

"Dengan banyaknya persaingan OTT itu bagus, karena yang perlu dibangun di sini adalah bagaimana mengubah perilaku pengguna, dari konten free jadi berbayar. Dari yang belum biasa streaming jadi senang streaming," katanya.

Oleh karena itu, Netflix menganggap banyaknya persaingan justru makin besar kesempatan mengedukasi konsumen untuk beralih ke gaya hidup streaming.

(Tin/Ysl)

 

Loading
Artikel Selanjutnya
Atypical, Perjuangan Sam Penyandang Spektrum Autisme Mencari Cinta
Artikel Selanjutnya
Viral di Media Sosial, MUI Bantah Soal Fatwa Haram Netflix