Sukses

Huawei Buka Registrasi dan Pre-Order Mate 30 Pro untuk Pasar Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Huawei akhirnya secara resmi membuka registrasi dan pre-order Mate 30 Pro untuk pasar Indonesia. Mereka yang tertarik dan ingin memiliki Huawei Mate 30 Pro lebih awal, harus melakukan registrasi terlebih dahulu di laman resmi Huawei.

Huawei Buka Registrasi dan Pre-Order Mate 30 Pro untuk Pasar Indonesia

Masa registrasi berlangsung dari 2 hingga 14 November 2019. Setelah registrasi, masa pre-order akan berlangsung selama sepekan dari 15 hingga 22 November 2019.

Konsumen akan dipilih dari yang mendaftar untuk dapat melakukan pre-order Mate 30 Pro.

Sebagai hadiah, konsumen akan mendapatkan tambahan satu tahun layanan jaminan, yang termasuk layanan 24 jam dan asuransi layar selama 3 bulan. Selama masa pre-order, konsumen juga akan mendapatkan freelace serta casing tambahan.

2 dari 2 halaman

Tanpa Layanan Google

Huawei Mate 30 Pro berbasis pada Android, yang artinya tetap berfungsi seperti perangkat Android. Namun smartphone tersebut tidak memiliki berbagai layanan atau aplikasi Google, termasuk Maps, Chrome, dan yang paling penting Play Store.

Absennya layanan dan aplikasi Google tersebut disebabkan Huawei masih berada dalam daftar hitam perdagangan Amerika Serikat (AS). Hal ini membuat perusahaan tidak bisa berbisnis dan menggunakan layanan perusahaan-perusahaan AS, termasuk Google.

The Verge melaporkan, ketidakhadiran layanan Google pada seri Mate 30 disampaikan langsung oleh CEO divisi produk konsumen Huawei, Richard Yu, saat mengumumkan seri Mate 30.

"Kami tidak bisa menggunakan inti Google Mobile Service (GMS), tapi bisa menggunakan Huawei Mobile Services (HMS). Hal ini karena larangan AS, yang membuat ponsel-ponsel tersebut tidak dapat menggunakan GMS. Sehingga membuat kami menggunakan HMS yang menjalankan App Gallery Huawei pada seri ponsel Mate 30," ujar Yu.

(Why)

Loading
Artikel Selanjutnya
Huawei Gelar Pre-order Mate 30 di Filipina
Artikel Selanjutnya
Pengapalan Smartphone Huawei Diprediksi Tembus 270 Juta Unit Tahun Ini