Sukses

Respawn Hukum Cheater di Apex Legends agar Bertarung Satu Sama Lain

Liputan6.com, Jakarta - Bermain curang di gim online menggunakan bot atau program pihak ketiga, pastinya bakal merusak pengalaman semua orang yang ingin bermain adil.

Jemu dengan semakin banyak gamer berprilaku curang di dalam gim, sejumlah pengembang pun menindak tegas bilamana ada pemain yang memakai cheat dengan cara memblokir mereka.

Namun, Respawn Entertainment, pengembang gim Apex Legends memiliki ide yang cukup unik untuk menghukum cheater.

Perusahaan memposting update "check-in" ke laman Reddit selama beberapa pekan ini yang merinci upaya perusahaan untuk mengurangi cheater.

Adapun langkah yang diambil, termasuk membuat AI yang mendeteksi program cheat; mengidentifikasi akun spam; dan akun mencurigakan kini butuh otentikasi dua faktor (2FA).

Ada satu langkah lain yang sedang dikembangkan untuk mengatasi cheater di dalam gim Apex Legends.

Langkah tersebut adalah gamer yang berbuat curang bakal dipasangkan --matchmaking-- dengan pemain berprilaku curang lainnya di dalam gim Apex Legends, sebagaimana dikutip dari laman The Next Web, Rabu (17/7/2019).

2 dari 3 halaman

Apex Legends Bakal Sambangi Perangkat Mobile

Apex Legends. (Doc: EA)

Apex Legends tak dimungkiri telah menjadi salah satu gim bergenre battle royale yang sukses untuk platform PC dan konsol. Menyusul kesuksesan tersebut, EA dilaporkan ternyata ingin membawanya ke perangkat mobile.

Informasi ini pertama kali diketahui dari laporan keuanganan tahunan beberapa waktu lalu. Dikutip dari Polygon, Jumat (10/5/2019), EA tidak hanya berencana membawa gim ke mobile, tapi juga pasar Tiongkok.

"Kami sedang dalam tahap negosiasi tingkat lanjut untuk membawa Apex Legends ke Tiongkok dan mobile, kami akan memberikan informasi lebih lanjut usai negosiasi selesai," tulis EA dalam laporannya.

Melalui laporan itu pula diketahui Apex Legends merupakan salah satu produk yang berhasil membawa nilai positif bagi EA.

 

3 dari 3 halaman

Jadi Franchise Paling Sukses Milik EA

Seminggu dirilis, 20 juta pemain terdaftar di dalam gim Apex Legends. (Doc: EA)

Menurut publisher asal Amerika Serikat tersebut, Apex Legends dengan mudah menjadi franchise dengan pertumbuhan paling cepat untuk perusahaan.

Oleh sebab itu, EA berencana untuk membangun layanan yang lebih baik untuk para pemain. Kendati demikian, Respawn Entertainment selaku pengembang masih enggan berbicara mengenai update yang akan digulirkan.

Keputusan untuk membawa Apex Legends ke perangkat mobile memang tidak mengagetkan. Sebab, sejumlah gim battle royale lain kini mulai merambah perangkat mobile dan menuai kesuksesan, seperti PUBG dan Fortnite.

Oleh sebab itu, menarik untuk menunggu langkah EA dalam memboyong Apex Legends ke perangkat mobile. Terlebih, Respawn sendiri telah berhasil mengadopsi gim dari franchise Titanfall ke perangkat mobile

(Ysl/Why)