Sukses

Fujifilm Bawa Kembali Film Monokrom Karena Generasi Milenial

Liputan6.com, Jakarta - Generasi kelahiran tahun 80an ke bawah mungkin familiar dengan foto hitam putih. Tampaknya, anak-anak milenial dan Gen Z iri dan ingin punya foto jadul seperti ini.

Demi mewujudkan keinginan itu, Fujifilm menghadirkan kembali roll film hitam putih alias monokrom setelah produksinya sempat dihentikan tahun lalu.

Dilansir dari Ubergizmo, Rabu (12/6/2019), Fujifilm berkata kalau mereka sedang mengembangkan film Neopan 100 Acros II. Pecinta film mungkin bakal menyadari Acros adalah merek yang sama yang digunakan Fujifilm untuk simulasi monokrom pada kamera digital seri-X-nya.

Nantinya, Acros II bakal hadir dalam format 35mm dan 120. Acros II akan memiliki ketajaman yang lebih halus dibanding dengan seri terdahulu berkat dibenamkannya teknologi Super Fine-Σ baru.

"Film 100 ISO ini akan memberikan resolusi yang tak tertandingi, dengan butiran halus dan ketajaman, serta detail luar biasa untuk memuaskan berbagai skenario pemotretan dan eksposure," ungkap juru bicara Fujifilm.

Sementara, perusahaan sudah mengkonfirmasi kalau mereka akan segera merilis dan menjual film monokrom ini di Jepang musim gugur 2019. Untuk penjualan secara global bakal ditentukan berdasarkan permintaan pasar nantinya.

Kita tunggu saja apakah film ini bakal menyambangi Indonesia juga atau tidak.

2 dari 3 halaman

Fujifilm Instax SQ20 Masuk Indonesia, Ini Sederet Keunggulannya

Fujifilm akhirnya memboyong masuk kamera Instax generasi terbarunya, Instax Square SQ20 ke Indonesia.

Berbeda dengan seri terdahulu, Fujifilm SQ10, SQ20 mengusung sejumlah fitur baru yang diklaim cocok dengan karakteristik pengguna Instax, yang kebanyakan berasal dari kalangan anak muda yang eksploratif dan kreatif. 

Kamera ini juga merupakan kamera instan hybrid dengan sensor gambar digital. Dengan demikian, pengguna bisa memilih foto, meng-edit, menghiasnya dengan filter, lalu langsung mencetak foto tersebut. 

“Sekarang kita memperkenalkan lini baru Instax ke Indonesia, SQ20, yang hadir dengan desain stylish, ergonomis, dan mudah dibawa kemana-mana,” ujar Presiden Direktur Fujifilm Indonesia Noriyuki Kawakubo saat peluncuran SQ20 di Jakarta, Kamis (15/11/2018).

“Kami berkomitmen tak pernah berhenti berinovasi mengembangkan dan menghadirkan produk-produk yang dapat mejawab kebutuhan serta perubahan gaya hidup pengguna Instax yang dinamis, terutama di Indonesia,” tambahnya. 

Adapun Instax SQ20 hadir dengan sejumlah fitur yang terbilang variatif, seperti fitur motion grab.

Fitur ini memungkinkan pengguna dapat merekam video singkat dengan maksimal durasi 15 detik, dan setelahnya mereka dapat memilih frame foto terbaik dari video yang bisa dicetak langsung.

Selain itu, Instax SQ20 juga hadir dengan fitur time shift collage, di mana pengguna bisa mengambil empat foto yang berbeda dalam rentang waktu tertentu. Fitur ini mirip dengan mode burst pada kamera digital.

Adapun kamera dilengkapi built-in filter bernama Sequence yang dapat membubuhkan efek dinamis pada foto dengan adanya tambahan bayangan pada gerajak objek.

3 dari 3 halaman

4X Zoom dan Selfie

Menariknya lagi, Instax SQ20 juga dilengkapi dengan fitur Zoom 4X, yang memungkinkan kamera dapat melakukan zoom in objek sebanyak empat kali. 

Adapun untuk fitur selfie, pengguna bisa memanfaatkan kaca refleksi yang posisinya ada di samping lensa.

Instax SQ20 hadir dengan dua varian warna: hitam matte dan beige.

Kamera sudah mulai dijual seharga Rp 2,999 juta di Indonesia. Pengguna juga dapat bergabung dalam promo pre-order eksklusif di Blibli.com mulai 15-25 November 2018, atau juga membelinya via outlet resmi Fujifilm mulai Desember 2018.

(Tik/Ysl)

Loading