Sukses

Sedih, NASA Ungkap Pesan Terakhir dari Robot Penjelajah Mars

Liputan6.com, Jakarta - NASA akhirnya mengumumkan robot rover penjelajah planet Mars miliknya, Opportunity, telah berhenti beroperasi. Hal itu dipastikan setelah teknisi NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) tidak menerima respon dari robot rover tersebut.

Kondisi itu membuat NASA meyakini bahwa Opportunity tidak lagi berfungsi setelah melakukan misi penjelajahan selama 15 tahun di Mars. Kini, NASA mengungkap pesan terakhir yang dikirimkan robot rover penjelajah itu untuk awak di Bumi.

Dikutip dari Mirror, Sabtu (16/2/2019), pesan terakhir Opportunity itu diungkap oleh salah seorang ilmuwan NASA bernama Jacob Margolis. Menurutnya, pesan terakhir rover penjelajah itu dikirimkan pada 10 Juni 2018.

Meski sebuat robot, pesan itu dianggap menyedihkan karena menggambarkan kondisi terakhir robot rover penjelajah tersebut. "Baterai saya sudah mau habis dan kondisi di sini mulai gelap," tulisnya.

Kondisi Opportunity memang sempat bermasalah sejak Juni 2018. Ketika itu, robot rover tersebut terkena badai pasir besar yang membuatnya nyaris tidak dapat berfungsi.

Akibat badai tersebut, baterai internal robot rover ini langsung terdampak sehingga membuatnya hibernasi selama delapan bulan. Tidak hanya itu, panel solar robot rover ini juga rusak.

2 dari 3 halaman

Pertama dalam Sejarah, Suara Angin dari Planet Mars Berhasil Terekam

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, NASA baru saja merilis rekaman suara langsung dari permukaan planet Mars.

Rekaman ini, direkam langsung oleh InSight, robot rover besutan Badan Antariksa Amerika Serikat tersebut.

InSight sendiri baru saja mendarat di permukaan Planet Merah pada 26 November 2018 setelah menempuh perjalanan panjang dalam jarak lebih dari 300 juta mil selama enam bulan terakhir.

InSight diketahui merekam suara angin di Mars pada 1 Desember 2018 dalam kecepatan 10 hingga 15 mil per jam.

Rekaman suara diterbitkan oleh NASA secara resmi. Dilansir Fox News pada Kamis (13/12/2018), rekaman suara memperdengarkan sejumlah efek distorsi antara getaran angin dan bebatuan.

“Merekam suara ini memang merupakan rencana yang tidak sengaja dicetuskan,” ujar Investigator InSight dari NASA Jet Propulsion Laboratory (JPL) Bruce Banerdt.

“Yang pasti, misi kami adalah ingin mengukur lingkungan Mars dan mencari tahu asal usul gelombang suara tersebut,” tambahnya.

3 dari 3 halaman

Rekaman Suara Berikutnya

NASA sendiri berjanji akan mengirim lebih banyak rekaman suara Mars dalam kualitas lebih jernih di tahun-tahun mendatang.

Nantinya, pada 2020 mendatang, NASA juga akan kembali mengirim rover baru dengan dua mikrofon yang dibekali sensor dari JPL.

Adapun sendor kedua adalah bagian dari komponen SuperCam dan mendeteksi suara-suara lainnya dari Mars.

Misi penjelajahan terbaru NASA ke Planet Mars dipastikan siap berlangsung.

Alasannya, robot rover NASA, InSight, berhasil mendarat dengan aman di permukaan Planet Merah tersebut.

Dikutip dari The Verge, Selasa (27/11/2018), robot ini berhasil mencapai permukaan setelah melalui teror dari atmosfer Mars. Sekadar informasi, keadaan atmosfer Mars diakui NASA sulit ditembus.

Atmosfer planet itu dianggap terlalu tipis, sedangkan pesawat yang masuk biasanya datang dengan kecepatan tinggi. Jadi, pesawat harus mampu menurunkan kecepatannya sesegara mungkin agar tidak menghantam permukaan.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

Korban Kebakaran Krukut Dapat Bantuan Rp 2,5 Juta
Loading
Artikel Selanjutnya
Meski Dinilai Penting, 5 Penemuan Angkasa Luar Ini Rupanya Tidak Terkenal
Artikel Selanjutnya
Robot Penjelajah Mars Milik NASA Resmi Pensiun