Sukses

ZTE Bakal Rilis Smartphone 5G pada Semester I 2019

Liputan6.com, Jakarta - ZTE dilaporkan akan turut meramaikan pasar smartphone 5G pada tahun ini.

Perusahaan asal Tiongkok tersebut mengumumkan beberapa rencana ambisiusnya untuk 2019, termasuk sebuah smartphone 5G, seri Axon dan Blade baru.

Dilansir GSM Arena, Senin (14/1/2019), ZTE akan mengumumkan smartphone yang bisa kompatibel dengan jaringan 5G tersebut pada semester I 2019.

Kehadiran smartphone ini diharapkan bisa mendongkrak penjualan pada semester II 2019.

ZTE sendiri sudah melakukan serangkaian persiapan untuk bisa merilis smartphone tersebut. Pengujian 5G yang sudah selesai antara lain untuk panggilan telepon, internet browsing, dan pesan WeChat.

Lebih lanjut, ZTE sendiri disebut telah menerima lampu hijau dari otoritas Tiongkok untuk melanjutkan pengembangan teknologi 5G.

Adapun perangkat flagship terbaru ini kemungkinan akan dipasarkan dalam seri Axon. Mengingat smartphone tersebut akan disokong chipset yang kuat, berbagai fitur kamera AI, dan latensi sangat rendah untuk VR atau AR diperkirakan akan melengkapinya.

2 dari 3 halaman

Ini Rencana Persiapan Implementasi 5G di Indonesia

Terlepas dari smartphone ZTE, berbagai negara saat ini tengah menyiapkan jaringan 5G.

Indonesia sendiri berencana membuka lelang pita frekuensi 5G dan merilis layanannya secara komersial pada 2022.

Sebelum sampai pada 2022, ada sejumlah langkah yang direncanakan oleh pemerintah dan perusahaan telekomunikasi.

Diungkapkan Direktur Penataan Sumber Daya, Ditjen SDPPI Kemkominfo, Denny Setiawan, rencana implementasi 5G sudah disiapkan sejak 2017 dengan menggelar uji coba indoor pita frekuensi 15GHz oleh XL Axiata dan 72GHz oleh Telkomsel.

Kemudian, pada 2018 kembali digelar uji coba oleh operator seluler yakni Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo. Uji coba indoor dan outdoor pita frekuensi 28GHz digelar oleh Telkomsel saat Asian Games XVII.

Kemudian, XL menggelar uji coba outdoor pada pita frekuensi yang sama. Indosaat Ooredoo melakukan pengujian yang sama pada Kamis (22/11/2018) melalui 3D Augmented Reality (AR).

"Pada 2019 direncanakan akan dilakukan kembali uji coba pada pita frekuensi 26GHz dan pita lainnya yakni 3,5GHz," kata Denny dalam acara uji coba 5G di kantor Indosat Ooredoo.

Pemerintah pada tahun ini juga akan menyusun dan mensosialisasikan draft kebijakan 5G, dengan fokus mendukung revolusi industri 4.0 dan ekonomi digital.

3 dari 3 halaman

Rencana Persiapan Implementasi 2020-2022

Finalisasi kebijakan dan regulasi untuk 5G, termasuk spektrum, model bisnis, dan Biaya Hak Penggunaan (BHP) diharapkan terjadi pada periode 2020-2021.

Kemudian, juga akan dilakukan uji coba 5G menggunakan perangkat komersial dan mencoba use case berkaitan dengan manufaktur terkait revolusi industri 4.0.

"Kami akan menentukan pita frekuensi yang akan digunakan, harganya berapa, membangun small cell, serta bisnis model juga penting. Ini semua harus disiapkan dari spektrum hingga regulasinya," ungkap Denny.

Setelah semua proses tersebut berlangsung, baru pemerintah bisa membuka lelang pita frekuensi 5G.

Sejauh ini, ada tiga kandidat pita frekuensi yang kerap disebut akan menjadi pilihan Indonesia, yakni 3,5GHz, 26GHZ, dan 28GHz.

Peluncuran layanan broadband berbasis 5G, yakni mobile dan fixed broadband, diprediksi akan dilakukan pada 2022. Namun, Denny tidak menutup kemungkinan waktu peluncuran bisa lebih cepat.

"2022 mungkin baru bisa dirilis, tapi kalau harmonisasi berjalan baik mungkin bisa lebih cepat," tuturnya.

Sementara Indonesia dijadwalkan baru bisa mencicipi layanan 5G secara komersial pada 2022, sejumlah negara lain melangkah lebih cepat.

Korea Selatan dan Amerika Serikat, misalnya, berencana merilis 5G secara komersial pada 2019. Negara-negara lain seperti Tiongkok, Jepang, Inggris, dan Jerman pada 2020.

(Din/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Teknologi 5G Bakal Hadir di Kawasan Industri Morowali
Artikel Selanjutnya
Modem Qualcomm Bakal Tenagai 30 Smartphone 5G Tahun Ini