Sukses

Terjebak di Laut Lepas, 8 Orang Ini Bisa Selamat Berkat iPhone

Liputan6.com, Okinawa - Sebuah cuitan Twitter berisi rekaman video, baru saja di-posting oleh siaran berita Today Show.

Dalam video tersebut tampak wanita bernama Rachel Neal, bersama kekasih serta beberapa orang lainnya selamat berkat sebuah iPhone.

Ceritanya, Rachel dan teman-temannya tengah menyewa kapal untuk berlayar ke sebuah pulau di lepas pantai Okinawa, Jepang.

 

Namun, saat perjalanan pulang, kapal yang ditumpangi terjebak ombak besar.

Total, ada delapan orang menggantungkan hidupnya pada jaket pelampung dan melompat dari kapal.

Untungnya, Rachel yang merupakan asisten khusus di Federal Emergency Agency (FEMA) membawa tas berisi sejumlah peralatan saat kondisi darurat. Salah satunya adalah smartphone miliknya dan milik sang kekasih.

Sayangnya, saat pertama mencoba menghubungi kontak bantuan dengan smartphone sang kekasih, perangkat mati karena terlalu banyak terkena air laut.

Meski begitu, saat dicoba dengan iPhone milik Rachel--yang juga dalam kondisi basah terendam air--mereka berhasil menghubungi kontak bantuan.

Sebagaimana dilansir Phone Arena, Selasa (18/12/2018), 90 menit setelah menghubungi kontak bantuan, petugas penyelamat Jepang akhirnya datang mengevakuasi delapan turis tersebut.

 

2 dari 3 halaman

Tak Diketahui iPhone Model Apa

Tidak diketahui model iPhone apa yang menyelamatkan delapan turis tersebut, tetapi diketahui kalau perangkatnya memiliki sertifikat IP.

Sekadar diketahui, versi iPhone 7 hingga iPhone XR masing-masing dilengkapi sertifikat IP67.

Artinya, model-model tersebut bisa bertahan di air dengan kedalaman 3 kaki maksimal 30 menit.

Sementara, iPhone XS dan iPhone XS Max didukung dengan sertifikat IP68 yang membuat perangkat bisa bertahan di kedalaman 5kaki selama 30 menit.

3 dari 3 halaman

Tak Dirancang Tahan Air Laut

Kendati demikian, rating IP memang bukan dirancang agar perangkat bisa bertahan saat terkena air garam.

Oleh karenanya, kasus yang dialami Rachel dan teman-temannya sangat tak biasa.

Dia menyebut, hingga saat ini perangkat iPhone yang menyelamatkan nyawanya itu masih dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

(Tin/)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: