Sukses

Komputer Apple Generasi Pertama Berhasil Terjual Rp 5 Miliar

Liputan6.com, Jakarta - Komputer perdana besutan Apple yang diberi nama Apple-1 kembali terjual degan harga tinggi. Seperti biasa, penjualan ini dilakukan dengan metode lelang.

Dikutip dari New York Post, Jumat (28/9/2018), Apple-1 yang dilelang ini berasal Byte Shop, salah satu toko komputer tempat Steve Jobs dan Steve Wozniak menawarkan produknya.

Berdasarkan penuturan RR Auction yang menyelenggarakan lelang, produk ini terjual US$ 375 ribu atau sekitar Rp 5,5 miliar. Komputer itu berhasil dijual pada pebisnis yang tidak ingin diungkap identitasnya.

Sekadar informasi, Apple-1 dalam lelang ini sebenarnya milik salah satu pembeli di Byte Shop. Dia mengaku membeli komputer ini untuk mempelajari BASIC, salah satu bahasa pemrograman.

Ketika itu, dia merasa perangkat ini akan menjadi salah satu sejarah penting dalam dunia komputer. Karenanya, dia masih menyimpan Apple-1 hingga saat ini.

Wozniak dan Jobs sendiri diketahui berhasil menjual 200 unit Apple-1 dalam satu tahun. Dari seluruh produk itu, dilaporkan masih ada sekitar 79 unit yang tersisa sampai sekarang.

Sekadar informasi, pelelangan komputer Apple-1 ini sudah diketahui sejak Agustus 2018. Menurut prediksi ketika itu, komputer lawas ini bakal terjual dengan nilai mencapai lebih dari US$ 300 ribu atau sekitar Rp 4 miliar. 

Lelang ini tidak hanya menawarkan motherboard, tapi termasuk monitor dan keyboard asli Apple-1. Kedua aksesoris itu menjadi tanda komputer ini tergolong perangkat paling maju pada masanya.

2 dari 3 halaman

Komputer Apple-1 dan Tanda Tangan Steve Jobs Dilelang, Harganya?

Sebelumnya, RR Auction juga sempat melelang produk serupa pada September 2017. Ketika itu, produk Apple-1 yang dilelang merupakan milik mantan karyawan Apple bernama Adam Schoolsky yang dijual pada donor lelang sekaligus kolektor komputer David Larsen. 

Larsend diketahui membeli komputer tersebut dengan harga US$ 3.500 (sekitar Rp 46 juta) pada 1955. Dikutip Phone Arena, Senin (25/9/2017), perangkat itu berharga US$ 700 ribu (sekitar Rp 9,3 miliar).

Kelengkapan lain yang dilelang bersama Apple-1 adalah buku petunjuk asli, tag harga, kotak asli, dan penyimpanan kaset. Benda-benda ini dianggap sebagai bagian dari sejarah Apple.

Perusahaan juga melelang sebuah majalah Newsweek edisi 24 Oktober 1988 dengan sampul Steve Jobs muda. Majalah tersebut hadir dengan tajuk "Mr Chips, Steve Jobs Puts The Wow Back in Computers".

Uniknya, pada sampul majalah itu juga terdapat tanda tangan Jobs dengan tulisan tangan Jobs yang berbunyi "I love manufacturing". Majalah ini diperkirakan akan mendapat tawaran antara US$ 10.000 (sekitar Rp 133 juta) hingga US$ 15.000 (sekitar Rp 200 juta).

3 dari 3 halaman

Surat Lamaran Kerja Steve Jobs Laku Rp 2,4 Miliar

Barang lain yang berhubungan dengan Steve Jobs selaku pendiri Apple juga berhasil dilelang dengan harga tinggi. Pada Maret 2018, surat lamaran Steve Jobs berhasil terjual dengan harga US$ $174,757 atau sekitar Rp 2,4 miliar.

Sayangnya, tak ada informasi detail mengenai pemenang lelang surat lamaran Jobs tersebut. RR Auction selaku rumah lelang hanya mengungkap tawaran tertinggi itu diajukan oleh seorang pengusaha internet anonim yang tinggal di London, Inggris.

Sekadar informasi, nilai lelang tersebut sebenarnya setara dengan 981 saham Apple dengan harga saat ini. Sebagai perbandingan, dengan jumlah sebanya itu, pemenang lelang sebenarnya dapat membeli 166 unit iPhone X 256GB.

Namun, bagi sebagian orang, surat lamaran itu memiliki nilai sejarah tersendiri. Sebab, surat yang dibuat dengan tulisan itu ada sebelum Jobs membangun Apple.

Berdasarkan tulisannya di surat lamaran itu pula, ia terlihat sudah sangat tertarik dengan dunia teknologi. Di surat tersebut Jobs mengakui kemampuannya di teknik elektronika termasuk desain.

Sebagai tanggapan untuk keahliannya, ia menulis 'ya' di samping kolom pilihan komputer dan kalkulator. Steve Jobs juga menambahkan keahlian desain dan teknologi di bagian bawah kolom tersebut.

Saat menulis namanya, pendiri Apple ini menuliskan 'Steven Jobs'. Sementara untuk alamat dan jurusan kuliahnya, ia menulis Reed College dengan jurusan Sastra Inggris.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Alasan Netflix Hentikan The Punisher dan Jessica Jones

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Curi Data Apple, Hacker Remaja Hadapi Hukuman Percobaan
Artikel Selanjutnya
5 Alasan Mengapa Kamu Lebih Baik Beli iPhone XR Ketimbang XS