Sukses

Apple Pakai Drone untuk Tingkatkan Kemampuan Aplikasi Peta

Liputan6.com, Jakarta - Harus diakui, kepopuleran Apple Maps belum dapat menyamai Google Maps. Karena itu, Apple terus berupaya untuk meningkatkan kemampuan dan data dari aplikasi besutannya itu.

Terbaru, seperti dikutip dari Engadget, Senin (14/5/2018), perusahaan asal Cupertino itu ingin memanfaatkan drone untuk mengambil gambar sejumlah wilayah. Kabar ini sebenarnya sudah sempat terdengar sejak 2016.

Juru bicara Apple menyebut perusahaan akan mengambil gambar darat dan udara di seluruh dunia untuk meningkatkan Apple Maps. Untuk itu, drone digunakan untuk mengambil gambar udara dan sejumlah wilayah.

Tak hanya itu, Apple juga memastikan akan menjamin rahasia pribadi dari orang-orang yang tertangkap kamera drone. Perusahaan memastikan tak akan ada data sensitif yang dirilis.

"Apple berkomitmen melindungi privasi orang, termasuk dalam proses kali ini dengan mengaburkan wajah dan plat nomor kendaraan, saat peta ini dipublikasikan," tutur juru bicara perusahaan.

Apabila cara ini berhasil, bukan tak mungkin Apple benar-benar dapat meningkatkan kemampuan aplikasi peta miliknya. Di sisi lain, ada kemungkinan perusahaan akan memanfaatkan drone untuk mengambil lebih banyak gambar di seluruh dunia.

Rencananya, pengambilan gambar melalui drone ini akan dilakukan di North Carolina. Apple dilaporkan juga telah bekerja sama dengan otoritas transportasi setempat untuk menerbangkan drone di wilayah tersebut.

1 dari 3 halaman

Apple Investasikan Rp 616 Miliar untuk Developer Academy di Indonesia

Sekadar informasi, Apple sendiri sebenarnya baru saja berinvestasi ke Indonesia untuk membuka akademi di kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang.

"Investasi (Apple) sekitar 44 juta dolar (Amerika) atau sekitar Rp 616 miliar, untuk membuka akademi pemrograman di BSD sini," ujar Menteri Perindustrian, Erlangga Hartarto, saat di kantor Apple Developer Academy di Green Office Park 9, BSD City, Kabupaten Tangerang.

Investasi itu sudah mencakup dengan fasilitas memadai standar Apple di kawasan tersebut. Terlebih Apple mengincar Indonesia sebagai Developer Academy pertamanya di Asia Tenggara, setelah sebelumnya di Italia dan Brazil.

Tak hanya di BSD City, Apple juga akan membuka developer academy keduanya di luar Pulau Jawa. "Hanya saja untuk lokasinya dimana belum dibicarakan, kita lihat saja nanti," kata Erlangga.

Meski dalam satu tahun pertama ini Apple hanya membuka pendaftaran untuk sekitar 200 pelajar, pemerintah dikatakan Erlangga menargetkan, tiap tahunnya Apple akan merekrut atau membuka pendaftaran untuk sekitar 600 pelajar.

Sehingga, bisa bermunculan sumber daya manusia yang mampu membuat software yang terhubung dengan sistem Apple. "Jadi mengedepankan SDM dalam negeri, untuk kemudian berkarya di Apple," katanya.

2 dari 3 halaman

Tempati Area Digital Hub

CEO Sinar Mas Land Michael Widjaja mengatakan, dengan masuknya Apple di kawasannya bakal menjadi magnet bagi tenant-nya yang lain di kawasan tersebut. Nantinya, kantor Apple akan menempati kawasan Digital Hub.

"Sementara menempati gedung di GOP 9 ini, diperkirakan selama 3 tahun. Nantinya akan ada gedung sendiri yang ditempati," tuturnya.

Keberadaan Apple sendiri diakui Michael menjadi daya tarik untuk membangun ekosistem digital itu sendiri. Terbukti, tahun ini akan ada dua global company lainnya yang berencana ikut bergabung di area Digital Hub.

Segala fasilitas pun sudah disiapkan, mulai dari area yang ramah untuk wadah diskusi para programmer atau penggiat digital, serta konektifitas internat yang diklaim sangat mumpuni.

"Patokannya Apple saja mau bergabung dengan kami, bagaimana dengan global company lainnya. Kami tengah garap itu," tutur Michael.

(Dam/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: 

 

Artikel Selanjutnya
Google dan MediaTek Besut Chipset untuk Perangkat Android Things
Artikel Selanjutnya
Android P Bakal Force Crash Aplikasi yang Tak Responsif