Sukses

Bilik Kerja Mengakomodasi Pekerja Lepas dan Milenial

Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran platform penyedia informasi kerja semakin bertambah di Indonesia. Salah satu perusahaan rintisan atau startup yang menyediakan platform tersebut adalah Bilik Kerja.

Sama seperti penyedia layanan serupa, startup asal Jakarta ini merupakan platform penghubung antara pencari kerja dan pemberi kerja. Namun, yang membedakan Bilik Kerja dengan platform lain adalah membuka kesempatan untuk calon pekerja dengan waktu kerja fleksibel.

CEO Bilik Kerja Putut Wibowo mengatakan kehadiran Bilik Kerja tak lepas dari perubahan yang ditawarkan teknologi saat ini. Berbekal aplikasi, Bilik Kerja bermaksud membantu penyerapan tenaga kerja terutama untuk generasi muda (milenial).

"Solusi Bilik Kerja yang kami tawarkan ini mendorong penyerapan tenaga kerja terutama pekerja yang memilih mengambil pekerjaan paruh waktu," tuturnya saat konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Untuk mendukung penyerapan tenaga kerja yang optimal, Bilik Kerja melakukan kerja sama dengan sejumlah pihak.

"Kami bekerja sama dengan Hotel Human Resources Managers Association untuk memastikan penyerapan kerja. Tak hanya itu, kami juga melakukan screening untuk memastikan kualitas pencari kerja yang ada di platform kami," ujarnya menjelaskan.

COO Bilik Kerja Rull Panji Suroso juga menuturkan, layanan yang ditawarkan ini membantu pencari kerja mendapatkan kerja dinilai berdasarkan kemampuannya. Selain itu, berbekal platform ini proses pencarian talenta yang dibutuhkan penyedia kerja juga lebih singkat.

"Di dunia kerja, tak tertutup kemungkinan seseorang memang berhasil diterima karena ada beberapa faktor, seperti kedekatan atau chemistry. Namun, di layanan ini kami memberikan informasi pada para penyedia kerja mengenai talenta-talenta yang lebih luas," ujarnya.

Hal ini tentu dapat membantu penyedia kerja untuk mendapatkan pekerja yang sesuai dengan kebutuhan dalam waktu singkat. Dari sisi pencari kerja, mereka juga dapat mengetahui informasi lowongan kerja yang diinginkan, termasuk kalkulasi perhitungan gaji.

 

1 dari 3 halaman

Tawarkan Kesempatan Bagi Pekerja dengan Waktu Fleksibel

CSO Bilik Kerja Oki Wibobo mengatakan, platform Bilik Kerja lebih banyak mengakomodir pekerja dengan waktu yang fleksibel. Jadi, perhitungan pendapatan dilakukan berdasarkan jam kerja.

"Para calon pekerja juga dapat menyesuaikan jadwal kerja sesuai dengan kemampuannya. Misalnya, ketika seseorang berkunjung ke Bali dalam rangka liburan, tapi tetap ingin mendapatkan pemasukan, ia dapat memanfaatkan platform ini," ujarnya.

Di sisi lain, bagi penyedia kerja, pengaturan jam kerja yang fleksibel ini cukup membantu dan membantu menghemat biaya operasional. Alasannya, mereka akan membayar pekerja sesuai dengan jam kerja yang sudah disepakati.

"Ini akan sangat membantu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang membutuhkan pekerja lepas. Jadi, mereka akan dibayar sesuai durasi, bukannya satu hari penuh" tuturnya.

 

2 dari 3 halaman

Siap Rilis dalam Aplikasi di Bulan Ini

Meski sudah beroperasi, Bilik Kerja belum sepenuhnya berjalan. Perusahaan masih menjalankan seluruh operasional secara bertahap. Karena itu, aplikasi Bilik Kerja belum tersedia untuk publik.

"Aplikasi kami memang belum ada di Play Store, tapi pencari kerja yang tertarik dapat mendapatkannya dengan lebih dulu menghubungi kami melalui situs resmi Bilik Kerja," tutur Putut.

Jadi, pencari kerja cukup mendaftarkan alamat email-nya di situs resmi Bilik Kita. Setelah itu, ia akan mendapatkan akses untuk mengunduh aplikasi Bilik Kerja dan mulai melakukan pendaftaran.

"Rencananya, kami akan merilis aplikasi secara publik di akhir bulan ini. Kami juga masih terus meningkatkan kapasitas server untuk mampu menampung lebih banyak pendaftar," ujarnya mengakhiri pembicaraan.

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Artikel Selanjutnya
Cerita Andy Fajar Handika, Bos Katering yang Diajak Google ke AS
Artikel Selanjutnya
Kulina, Startup Katering Lokal yang Diajak Google ke San Fransisco