Sukses

Sopir Uber Tembak Pelanggan Usai Antar Pesanan Makanan

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Atlanta, Amerika Serikat, tengan memburu seorang sopir Uber Eats yang diduga membunuh pelanggannya.

Sopir tersebut kabarnya telah menembak pria 30 tahun usai mengantarkan makanan yang dipesan si korban.

Kepolisian belum mengungkap ciri-ciri sopir yang dimaksud, kendati begitu polisi menyebut pria ini mengendarai sebuah mobil Volkswagen (VW) warna putih saat mengantarkan pesanan.

Mengutip laman Gizmodo, Rabu (21/2/2018), korban bernama Ryan Thornton. Pria ini diketahui sempat berseteru dengan sopir Uber Eats yang dimaksud setelah menerima pesanannya pada Sabtu lalu.

Sadisnya, Thornton tak hanya ditembak sekali,melainkan beberapa kali. Ia pun dilarikan ke rumah sakit setempat, sayangnya Thornton meninggal dunia lantaran luka yang dideritanya.

Media lokal NBC melaporkan, korban belum lama ini lulus dari Morehouse College jurusan ilmu politik. Ia bahkan baru mendapatkan pekerjaan.

"Kami sangat syok dan sedih mendengar kejadian ini. Kami bekerja sama dengan Kepolisian Atlanta. Duka cita kami untuk korban dan keluarga yang ditinggalkan," kata juru bicara Uber dalam keterangannya.

Menurut juru bicara, sopir itu melanggar kebijakan Uber yang melarang pengemudi membawa segala jenis senjata tajam. Sayangnya tidak diketahui apakah Uber melakukan pemeriksaan terhadap mitra pengemudinya.

Sebenarnya, kebijakan keselamatan Uber telah berulang kali mendapat kritik lantaran dianggap terlalu lemah melindungi penggunanya.

2 dari 3 halaman

UberEats

Sekadar diketahui, Uber Eats merupakan layanan Uber yang memungkinkan pengguna untuk melakukan pemesanan dan antar makanan. Uber bekerja sama dengan sejumlah restoran di kota-kota besar untuk menjalankan bisnis Uber Eats ini.

Seperti Go-Food pada Go-Jek, biasanya para pengemudi UberEats adalah mitra pengemudi di Uber.

Sejauh ini layanan Uber Eats baru ada di sejumlah kota besar di Amerika Serikat.

Alih-alih pegawai, pengemudi Uber Eats merupakan mitra independen yang telah dianggap memenuhi kriteria untuk menjadi sopir Uber.

3 dari 3 halaman

Kejahatan Oleh Sopir Uber

Sejak diluncurkan oleh CEO Travis Kalanick pada tahun 2009, serangkaian aksi kejahatan pernah dilakukan oleh pengemudi Uber kepada penumpangnya.

Kendati begitu, diyakini bahwa kematian Thornton merupakan pembunuhan pertama yang melibatkan jasa Uber Eats.

(Tin/Jek)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Soulvibe 'Adu Gombal' di KLY Lounge

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
Maria Ozawa Kesal Dikuntit Driver Uber