Sukses

Momen Terbaik dan Terburuk Perusahaan Teknologi Populer di 2017

Liputan6.com, Jakarta - Sama seperti bidang lainnya, beberapa perusahaan teknologi juga mengalami sejumlah peristiwa tiap tahunnya. Beragam momen terbaik dan terburuk pun sempat dilalui.

Hal itu wajar mengingat tak ada seorang pun yang dapat memprediksi masa depan. Keputusan atau produk yang sudah dipersiapkan dengan matang bisa saja mendapat respons negatif dari publik.

Karena itu, tak ada salahnya sedikit mengenang sejumlah momen-momen penting dari beberapa perusahaan teknologi dalam setahun terakhir. Beberapa di antaranya dapat dilihat dari daftar berikut ini yang dikutip dari Engadget, Minggu (31/12/2017).

Apple

2017 dapat dikatakan sebagai tahun penebusan Apple. Sebab, pada 2016 sejumlah pengguna setia produk perusahaan asal Cupertino, California, AS itu merasa tak ada perubahan mencolok yang hadir, baik dari lini smartphone maupun produk komputer.

Sebagai permulaan, perusahaan itu merilis Mac Pro yang sudah dinantikan oleh banyak pengguna. Tak hanya itu, Apple turut merilis iMac Pro dengan jarak yang tak terlalu jauh.

Puncaknya, perusahaan merilis iPhone X. Smartphone yang disebut akan mengubah wajah iPhone hingga 10 tahun ke depan ini berhasil menuai respons positif dari publik.

Namun bukan berarti perjalanan Apple mulus. Menjelang akhir tahun, perusahaan mengeluarkan keputusan tak populer, yakni memperlambat performa di sejumlah iPhone lawas untuk menjaga umur baterai yang dimakan waktu.

Kendati demikian, 2018 diprediksi akan menjadi tahun menjanjikan bagi Apple. Alasannya, perusahaan sudah mulai menancapkan kaki di bidang teknologi baru, seperti augmented reality dan virtual reality.

1 dari 5 halaman

Google

Sejak merambah bisnis hardware, Google diketahui telah bergerak cukup aktif. Hal itu ditunjukkan dengan meluncurnya dua smartphone terbaru, Pixel 2 dan Pixel 2 XL di tahun ini.

Kedua smartphone itu pun dinobatkan sebagai salah satu smartphone dengan kamera terbaik saat ini. Di sisi lain, produk perangkat keras Google juga mulai diperkenalkan secara bertahap.

Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran speaker pintar, yakni Google Home Mini dan Home Max. Perusahaan juga memperkenalkan Pixelbook sebagai Chromebook Pixel.

Akan tetapi, lini Pixel 2 bukannya tanpa cela. Sejumlah pengguna melaporkan terdapat beragam masalah pada produk tersebut, sehingga meninggalkan jejak yang kurang baik di tahun ini.

Namun terlepas dari hal itu, pada 2018 Google diprediksi akan tetap hadir dengan beragam produk inovatif. Selain headset Daydream VR, kecerdasan buatan besar kemungkinan masih menjadi prioritas perusahaan.

2 dari 5 halaman

Facebook

Benang merah untuk capaian Facebook sepanjang 2017 adalah Virtual Reality (VR). Sebab, beragam fitur termasuk hardware perusahaan yang diperkenalkan di tahun ini menitikberatkan pada teknologi tersebut.

Sejumlah produk Facebook berkaitan dengan VR yang rilis tahun ini adalah kamera 360 derajat, jejaring sosial berbasis VR yang diberi nama Space, termasuk hasil kerja sama degan Oculus.

Tak hanya itu, Facebook juga mulai merambah inisiatif hardware lain. Hal itu ditunjukkan dengan keberadaan laboratorium Building 8 yang bergerak di pengembangan drone internet dan tampilan antarmuka berbasis otak-komputer.

Sementara di tahun depan, kemungkinan hal yang dilakukan Facebook adalah dengan memperkenalkan VR headset yang lebih terjangkau, yakni Oculus Go. Selain itu, perusahaan juga meningkatkan kemampuan antarmuka VR yang lebih baik.

3 dari 5 halaman

Microsoft

Setelah tak terlalu aktif sepanjang 2016, Microsoft berubah lebih agresif di 2017. Sejumlah produk perangkat keras terbaru diperkenalkan perusahaan di tahun ini.

Dari sisi komputer, perusahaan memperkenalkan Surface Book 2 yang rilis dengan spsesifikasi mumpuni. Sementara lini gim juga diperbarui dengan kehadiran Xbox One X.

Sejumlah proyek eksperimen dari perusahaan juga terus digenjot. Salah satu yang dinantikan adalah kehadiran headset HoloLens generasi terbaru di tahun depan.

Untuk tahun ini sendiri perusahaan sudah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan untuk memperkenalkan Windows Mixed Reality, sebagai platform campuran antara virtual reality dan augmented reality.

Akan tetapi, ada dua keputusan besar yang mungkin dirasa kurang memuaskan bagi pengguna setia produk Microsoft tahun ini, yakni pemberhentian dukungan untuk Windows Mobile dan disetopnya produk Kinect.

4 dari 5 halaman

Samsung

Pada 2016, Samsung mengalami tahun berat. Alasannya, salah satu perangkat andalannya, Galaxy Note 7, ternyata bermasalah di pasaran sehingga mengancam nama besar perusahaan.

Namun di tahun ini, seluruh masalah itu berhasil diatasi. Dimulai dengan seri Galaxy S8 dan disusul Galaxy Note 8, perusahaan asal Korea Selatan ini berhasil membuktikan diri menghadirkan produk premium terbaik.

Bahkan di tahun depan, perusahaan disebut-sebut tengah menyiapkan sebuah smartphone yang menawarkan desain tak biasa, yakni perangkat yang dapat dilipat. Belakangan diketahui, perangkat ini memiliki kode nama Galaxy X.

Selain perangkat keras, perusahaan juga tengah berupaya mengembangkan asisten virtual besutannya, Bixby. Kendati sempat mengalami keterlambatan, asisten virtual itu direncanakan akan hadir di lebih banyak produk Samsung.

Untuk mengawali tahun depan, perusahaan telah memastikan diri merilis Galaxy A8 dan Galaxy A8+ yang tampil dengan gaya Infinity Display. Hal lain yang juga dinantikan pada 2018 adalah Galaxy S9 dan speaker pintar.

(Dam/Isk)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

 

 

Saksikan Live Streaming XYZ Day 2018

Tutup Video
Artikel Selanjutnya
LG Pamer Perangkat Berteknologi Kecerdasan Buatan di InnoFest 2018
Artikel Selanjutnya
Samsung dan Google Berebut Perhatian Nokia