Sukses

Ini Dia Mikroskop Hologram untuk Cari Kehidupan Alien

Liputan6.com, Jakarta - Peneliti dari California Institute of Technology (Caltech) dilaporkan tengah mengembangkan perangkat baru untuk menemukan bukti adanya kehidupan di luar Bumi. Perangkat bernama Digital Holographic Microscope ini didesain untuk mencari mikroba di luar angkasa.

Dikutip dari The Next Web, Rabu (26/7/2017), pendekatan perangkat ini berbeda dari yang sebelumnya pernah dilakukan. Sebab, perangkat ini tak menggunakan lensa melainkan memakai laser dalam pengoperasiannya.

Jadi, laser tersebut digunakan untuk menunjukkan pergerakan 3D dari partikel mikroskopik. Tangkapan itu kemudian dianalisis lebih lanjut. Apabila bergerak secara acak, besar kemungkinan bukan objek hidup, tapi jika bergerak dengan pola ada kemungkinan itu organisme hidup atau alien.

Perangkat ini tak memiliki bagian bergerak, sehingga memudahkannya saat diperbaiki. Meski ditujukan untuk seluruh wilayah luar angkasa, para peneliti sebenarnya memiliki tujuan spesifik dalam studi ini.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah satelit Saturnus bernama Enceladus. Alasannya, bulan milik Saturnus ini memiliki cangkang dengan geiser raksasa yang mengirimkan uap ke luar angkasa dan berpotensi turut menyebarkan mikroorganisme.

Nantinya, perangkat ditujukan untuk mencari uap yang dihempaskan oleh Enceladus dan menemukan kemungkinan adanya kehidupan mikroba. Untuk uji coba, peneliti telah melakukannya di Antartika dan berencana mengadakan tes serupa di Kutub selatan.

"Kami coba mendesain parameter mikroskop yang dapat mengetahui kehidupan di Bumi. Karenanya, jika kemampuan ini dapat dimaksimalkan, kami cukup percaya diri memiliki kemampuan melakukan hal serupa di planet lain," ujar Profesor Jay Nadeau dari Caltech yang ikut dalam penelitian ini.

Sebagai informasi, pencarian kehidupan di luar Bumi sebenarnya sudah dilakukan sejak lama. Namun, hingga sekarang belum ada konsensus yang jelas di antara ilmuwan untuk meneruskan beragam penemuan tersebut.

Untuk itu, terobosan yang dilakukan di Caltech ini diharapkan dapat membantu mengetahui apa yang sebenarnya terkandung dalam batuan atau air di planet lain. Dengan demikian, dapat mendorong pengetahuan manusia untuk mengetahui kehidupan lain. 

(Dam/Isk)

Tonton Video Menarik Berikut Ini :